STATUS REPRODUKSI PADA SAPI PEJANTAN DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DAERAH BALAI PENGEMBANGAN BIBIT PAKAN TERNAK DAN DIAGNOSTIK KEHEWANAN (UPTD BPBPTDK) SUMEDANG, PURWOBINANGUN, PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA
KIKY ERNIA PUTRI, Dr. drh. Asmarani Kusumawati, MP
2017 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SVSalah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pemeliharaan sapi pejantan adalah bangsa-bangsa sapi dan kualitas sperma. Tujuan penulis tugas akhir ini adalah mengetahui status reproduksi pada sapi pejantan yang ada di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTD) sumedang. Metode yang digunakan adalah wawancara, pengamatan langsung, dan pengambilan data. Keturunan atau bangsa-bangsa sapi pejantan yaitu sapi Angus, PO, Brahman, Limousin dan Simmental. Umur dan berat badan berpengaruh terhadap kemampuan sapi jantan untuk memproduksi semen, semakin tua umur sapi dan semakin besar testis sapi akan berpengaruh terhadap semen yang dihasilkan oleh pejantan. Ransum pakan yang diberikan terdiri dari pakan konsentrat dan hijauan, konsentrat berupa sentrat ditambah mineral dan selenium, hijauan berupa rumput gajah atau kaliandra. Menejemen kesehatan sapi pejantan dilakukan berupa sanitasi kandang, pemerliharan badan serta kulit, pemotongan kuku dan pemberian vitamin setiap bulan. Gangguan reproduksi atau penyakit yang sering terjadi terhadap pejantan adalah phimosis, paraphimosis. Lokasi pemeliharaan juga berpengaruh terhadap keberhasilan pemeliharaan dan produksi semen, daerah yang bagus dengan kondisi daerah yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Kualitas semen yang baik dengan pemeriksaan makroskopis berupa volume, warna, konsistensi, pH dan pemeriksaan mikroskopos yaitu motilitas semen, gerakkan massa, gerakkan individu, konsentrasi. Berdasarkan hasil rata-rata kualitas semen secara makroskopis dan mikroskopis pada tahun 2016 sudah baik.
One of the factors that determine success in breeding bulls is the off spring or breeds of bulls, and semen quality. The purpose of this final task is to know the status of reproduction in bulls stud in the Implementing Regional Technical Center for the Development of Livestock Feed and Seed Animal Diagnostic (in the Indonesia Language is UPTD BPBPTDK) Sumedang. The method of this research used interview, direct observation, and data retrievel. The off spring of breeds of bulls are Angus cows, PO, Brahman, Limousin and Simmental. The age and weight affect the ability of bulls to produce semen, the older of the age of bull and the greater of the bull testis will spur the semen produced by the bull. Feed rations are given consist of concentrate and forage feeds, concentrate is milled by mineral and selenium, forages in the form of gajah grass or kaliandra. The bull health management is done in the form of sanitary stable, body and skin removal, nail cutting, and giving vitamin every month. Disease disruption or a common disease of bulls are phimosis and paraphimosis. The location of breeding also influence for the succesful development and semen semen production, a good area with a condition whichis not too hot and not too cold. Goood semen quality with macroscopic inspection in the form of volume, color, consistency, pH and microscopic inspection that is semen motility, mass and individual movement, and concentration. Based on the average amount of cement quality in macrospic and microscopic in 2016 is already good.
Kata Kunci : Kata kunci : Bangsa-bangsa sapi pejantan, kesehatan, pakan, kondisi daerah, penyakit, makroskopis, mikroskopis