EVALUASI PENGELOLAAN OBAT TAHAP PENGGUNAAN PADA PASIEN RAWAT JALAN RSUD MUNTILAN TAHUN 2015 DAN 2016
ANISHA SAWITRI, Dr. Chairun Wiedyaningsih, M.Kes., M.AppSc., Apt.; Dr. Dwi Endarti, M.Sc., Apt.
2017 | Skripsi | S1 FARMASIINTISARI Pengelolaan obat di rumah sakit merupakan kegiatan untuk menjamin ketersediaan obat yang terdiri dari tahap selection, procurement, distribution, dan use. Penggunaan obat harus selalu dipantau secara rutin untuk memastikan obat digunakan secara tepat, aman, efektif dengan cara melakukan evaluasi penggunaan obat. Hasil evaluasi akan memberikan gambaran penggunaan obat sehingga dapat dilakukan intervensi untuk perbaikan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengelolaan obat pada tahap penggunaan (use) di instalasi rawat jalan rumah sakit. Penelitian dengan desain cross-sectional, dianalisis secara deskriptif, denganpengambilan data secara retrospektif. Penelitian dilakukan di instalasi rawat jalan RSUD Muntilan. Data yang digunakan adalah resep pasien umum dan JKN tahun 2015 dan 2016. Jumlah sampel sebanyak 609 resep per tahun. Data dianalisis dan dibandingkan dengan indikator WHO yang terdiri dari indikator peresepan dan komplementer, serta indikator Kemenkes RIkemudian dilakukan wawancara kepada pihak terkait untuk mengetahui faktor yang memengaruhi penggunaan obat di RSUD Muntilan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penggunaan obatdi RSUD Muntilan belum dapat mencapai standar WHO dan Kemenkes RIuntuk indikator rata-rata jumlah obat per lembar resep tahun 2015 dan 2016 berturut-turut 3,0 dan 3,1 (standar: 1,6-1,8), persentase peresepan obat generik tahun 2015 dan 2016 berturut-turut 63,9% dan 68,2% (standar: 100%), persentase resep dengan antibiotik tahun 2015 dan 2016 berturut-turut 37,8% dan 34,3%(standar: <30%), persentase peresepan obat dalam formularium tahun 2015 dan 2016 berturut-turut 96,9% dan 98,2% (standar: 100%). Persentase resep dengan injeksi tahun 2015 dan 2016 sudah mencapai standar yaitu 1,1% dan 3,1% (standar: 13,4%-24,1%). Faktor yang memengaruhi hasil tersebut berkaitan dengan penyakit pasien dan obat yang tersedia di rumah sakit.
ABSTRACT Managing drug supply is an activity to ensure the availability of drugs. It consists of selection, procurement, distribution, and use. The use of drugs should always be monitored regularly to ensure that drugs are used appropriately, safely, and effectively by evaluating drug use. The results of the evaluation will provide an overview of drug use so that interventions can be made for improvement. The purpose of this study was to evaluate drug management at the stage of use in hospital outpatient facilities. It is a cross-sectional study, analyzed descriptively, with retrospective data retrieval. The study was conducted at outpatient department of RSUD Muntilan. The data used are general and JKN patient prescriptions in 2015 and 2016. The number of samples is 609 prescriptions per year. Data were analyzed and compared with WHO indicators which consist of prescribing and complementary indicator, and indicator of Indonesian Health Ministry then the factors influencing medication use in RSUD Muntilan are further explored through interview. The results showed that drug use in RSUD Muntilan could not reach WHO and Indonesian Health Ministry standards for the average number of drugs per encounter in 2015 and 2016 respectively are 3.0 and 3.1 (standard: 1.6-1.8), percentage of drugs prescribed by generic in 2015 and 2016 respectively are 63.9% and 68.2% (standard: 100%), percentage of encounter with antibiotics in 2015 and 2016 respectively are 37.8% and 34.3% (Standard: <30%), percentage of drugs from essential drug list in 2015 and 2016 are 96.9% and 98.2% (standard: 100%) respectively. The percentage of encounters with injection in 2015 and 2016 has reached the standard, which are 1.1% and 3.1% (standard: 13.4% -24.1%) respectively. Factors influencing these result are related to patient illness and availability of drugs in hospitals.
Kata Kunci : drug management, drug use, hospital, outpatient