Laporkan Masalah

Hubungan Akses Menuju Rumah Makan Cepat Saji Modern dari Tempat Tinggal dengan Status Gizi pada Individu Dewasa Di Kota Yogyakarta

MAYA NURFITRIANI H, Harry Freitag L. M., S.Gz.,M.Sc., Dietisien ; dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D

2017 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Peningkatan obesitas menjadi masalah kesehatan utama di negara maju dan negara berkembang. Meningkatnya budaya barat menjadi salah satu penyebab, salah satunya kehadiran makanan cepat saji yang berkembang pesat.Padahal lingkungan tempat tinggal menjadi penentu utama dari kesehatan.Sejauh ini, penelitian keterkaitan lingkungan dengan status gizi masih terbatas pada kawasan negara barat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara akses menuju rumah makan cepat saji modern dari tempat tinggal dengan status gizi masyarakat di Kota Yogyakarta. Metode: Merupakan penelitian dengan desain cross-sectional yang diikuti oleh 203 responden dari lima kecamatan di Kota Yogyakarta. Menggunakan Sistem Informasi Geografi, dilakukan pemetaan terhadap akses menuju rumah makan cepat saji modern terdekat berdasarkan network distance. Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara akses menuju rumah makan cepat saji modern dengan status gizi masyarakat di Kota Yogyakarta (r=-0.143 ;p=0.042). Hasil ini konsisten setelah dilakukan control pada usia, pendapatan, pekerjaan, konsumsi makanan cepat saji, dan kepemilikan kendaraan. Kesimpulan: Semakin dekat akses menuju rumah makan cepat saji modern, maka responden cenderung memiliki status gizi berlebih.

Background:Obesity is associated with poor dietary choices such as high fat, sodium, and processed carbohydrate while lack in fruit and vegetables. Built environment, such as availability of fast food restaurants, might play an important role in developing these behaviours. Currently, there is limited data on the impact of accessibility to fast food restaurant on obesity in Indonesia. Objectives:This study examine whether the distance to fast food outlets was associated with body mass index in adults living in urban area of Yogyakarta, Indonesia. Method:This is a cross-sectional study conducted in the city of Yogyakarta. Subjects were adults (n=203) chosen from five different districts.Using Geographic Information System (GIS), we mapped respondents access to the closest fast food outlets based on street network. Result:In this study, we found that better access to fast food outlets related to higher BMI (r=-0.143 ;p=0.042). This correlation is consistent after adjustment for age, income, job, fast food consumption, and transportation (r=-0.156 ;p=0.028). Conclusions: This study shows the importance of built environment such as distance to fast food restaurants on development of obesity in Yogyakarta, Indonesia.

Kata Kunci : Built environment, Fast Food, Body Mass Index, GIS, obesity

  1. S1-2017-335470-abstract.pdf  
  2. S1-2017-335470-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-335470-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-335470-title.pdf