Laporkan Masalah

Stimulasi Kesenangan Membaca pada Book Cafe di Kota Yogyakarta: Ruang Sebagai Katalog

ADNAN RIFAI, Kurnia Widiastuti, S.T., M.T.

2017 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Pembangunan budaya ilmu yang baik dan tepat merupakan prasyarat awal dan sangat penting bagi sebuah kejayaan, kekuatan, dan bahkan kebahagiaan seseorang maupun suatu bangsa. Budaya ilmu dibangun dengan fondasi budaya membaca. Akan tetapi, budaya membaca di Yogyakarta, Indonesia masih begitu minim. Cara untuk meningkatkan minat baca tersebut ialah dengan menghadirkan buku di kafe, menghadirkan keseriusan dalam kesantaian. Sebuah teori menjelaskan bahwa kesenangan membaca memiliki tiga prasyarat, di antaranya: (1) Reading ability, (2) Good book selection, (3) Positive expectation. Dari teori tersebut, kemudian menentukan aktivitas apa saja yang dapat memenuhi prasyarat tersebut. Dari aktivitas tersebut kemudian diciptakan sebuah ruang dengan metode hybrid sehingga memantik event. Konsep Book Cafe ialah ruang sebagai katalog.

Raising good culture of knowledge is the first requirement and very important for achieving glory, power, and even happiness of one person or a nation. Culture of knowledge is built by culture of reading. And yet, interest of reading in Yogyakarta, Indonesia is still very low. How to raise interest of reading is with bringing books in cafe and presenting seriousness in joy. A theory explained that reading for pleasure has three requirements, and those are: (1) Reading ability, (2) Good book selection, (3) Positive expectation. From that theory, we can shape what activities which fulfil the requirements. After we know those activities we can create space with hybrid method that can trigger events. Concept of The Book Cafe is space as catalog.

Kata Kunci : Culture of knowledge, requirements of reading for pleasure, hybrid, event