Persamaan Hubungan Panjang Femur Terhadap Panjang Tubuh Total, Panjang Humerus, dan Lebar Pelvis pada Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dan Kukang Sumatera (Nycticebus coucang)
BINTANG DIPRANATAL, Dr. drh. Hery Wijayanto,MP.
2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANUkuran tubuh merupakan aspek penting dalam identifikasi maupun rekonstruksi tubuh suatu spesies.Panjang femur, panjang tubuh total, lebar pelvis, dan panjang humerus adalah beberapa ukuran tubuh yang digunakan pada identifikasi spesies Kukang Jawa dan Kukang Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang femur terhadap panjang tubuh total, lebar pelvis, dan panjang humerus pada Kukang Jawa dan Kukang Sumatera. Sebanyak 43 ekor kukang yang terdiri dari 12 ekor Kukang Jawa dewasa jantan, 19 ekor Kukang Jawa betina dewasa, 5 ekor Kukang Sumatera dewasa jantan, dan 7 ekor Kukang Sumatera betina dewasa yang dikarantina di International Animal Rescue Indonesia, Bogor digunakan dalam penelitian ini. Pengukuran dilakukan menggunakan jangka sorong dan pita ukur pada titik-titik pengukuran tertentu sesuai dengan metode Schultz (1929) yaitu panjang tubuh, lebar pelvis, dan panjang humerus dalam keadaan hewan terbius. Data diuji secara statistik normalitas dan homogenitasnya kemudian dilanjutkan dengan uji T dan analisis korelasi untuk mengetahui kekuatan hubungan variabel dan regresi linier untuk memperoleh persamaan linier antar variabel. Panjang femur memiliki korelasi sangat kuat dengan panjang tubuh total serta lebar pelvis, dan korelasi sedang sampai sangat kuat dengan panjang humerus. Secara umum, hasil pengukuran dan perhitungan menunjukkan bahwa Kukang Jawa memiliki ukuran tubuh lebih besar dibanding Kukang Sumatera.
Understanding animal body size is an important aspect to identify and reconstructs animal's body. The length of femur, body, humerus, and pelvic breadth are some vital measurements body for animal identification and reconstruction. The research was done to find out the relationship between the femoral length and total body length, humeral length, and pelvic breadth of Javan and Sumatran Slow Loris. The data collection was carried out by measuring 43 samples, which are 12 adult male Javan Slow Lorises, 19 adult female Javan Slow Lorises, 5 adult male Sumatran Slow Lorises, and 7 adult female Sumatran Slow Lorises, which being quarantined in International Animal Rescue Indonesia, using measuring tape and caliper according to Schultz (1929) method. The measuring was done while the animals were anaesthesised. Statistical analysis were done by using T-test to find out the difference between Javan Slow Loris and Sumatran Slow Loris, and correlation & linear regression, and the result were used to find correlation between those measuring points. Femoral length has a very strong correlation with total body length and pelvic breadth; meanwhile it has a moderate and very strong correlation with humeral length. The results show that the Javan Slow Loris's body size is larger than Sumatran Slow Loris's.
Kata Kunci : anatomi morfologi, femur, Nycticebus, Kukang