ETANI-NELAYAN SADENG PERUBAHAN KELUARGA PETANI DI DUSUN PUTAT DAN GESIK, DESA SONGBANYU, GUNUNGKIDUL SKRIPSI
ASRI AYU NUR C, Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A.,
2017 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYASejak dibukanya Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) di Sadeng pada kisaran tahun 1992, sebagian masyarakat di kawasan tersebut mulai secara intensif memanfaatkan sumber daya kelautan untuk menopang ekonomi mereka yang pada awalnya hanya bergantung pada sistem pertanian lahan kering (tegalan). Berkembangnya aktivitas perekonomian berbasis kelautan di Sadeng menyebabkan munculnya klasifikasi sosial yang baru di tengah masyarakat yaitu kelompok petani-nelayan. Bergabung dengan aktivitas ekonomi kelautan tentu saja membawa suatu keluarga berhadapan dengan perubahan baik itu di lingkup ekonomi, sosial maupun budaya. Berangkat dari pemahaman tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan relasi sosial dalam keluarga petani – nelayan.Termasuk didalamnya adalah pembagian beban kerja yang terbagai antar anggota keluarga akan berbeda jika kepala keluarga pergi melaut. Melalui penelitian ini saya ingin menunjukkan adaptasi yang terjadi dalam rumah tangga petaninelayan. Ketika pada keadaan suami pergi melaut maka perlu adanya adaptasi untuk mengerjakan pekerjaan lain seperti pergi ke lading. Selanjutnya, pembagian kerja dalam rumah tangga bertambah seiring dengan 1) adanya kewajiban gotong royong di desa yang mengharuskan kehadiran salah satu anggota keluarga dan 2) tanggung jawab mereka untuk mengambil keputusan ketika suami berada di laut.Terlepas dari hal tersebut, perubahan relasi juga bisa dikatakan bervariasi mengingat adanya perbedaan jenis kapal (alat tangkap) yang berpengaruh pada jam kerja seorang petani-nelayan. Maka perilaku keluarga menghadapi perubahan-perubahan khususnya perubahan ekonomi akan berbeda tergantung juga pada variasi kapal yang digunakan. Perubahan yang terjadi dalam keluarga setelah dibangunya Pelabuhan Sadeng antara lain dalam sektor ekonomi, sosial dan budaya. Perubahan ekonomi terbentuk karena munculnya opsi baru pekerjaan sebagai nelayan, sedangkan perubahan sosial terletak pada relasi keluarga nelayan dengan masyarakat sekitar juga terhadap pendatang yang menetap di pesisir Pantai Sadeng. Untuk sektor Budaya perubahan yang bisa dilihat adalah berkembangnya ritual-ritual laut. Penelitian ini akan dilakukan di dusun Putat dan Gesik, Desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo selama kurang lebih 2 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi partisipasi dan wawancara mendalam di kalangan keluarga petani-nelayan. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang akan diperoleh dari review terhadap hasil-hasil penelitian, arsip desa dan dokumentasi foto.
Since the opening of the Fishery Seaport (PPP) in Sadeng in 1992, some people in the region began to intensively use marine resources to sustain their economies that initially relied only on dryland farming systems (tegalan). The development of marine-based economic activities in Sadeng led to the mergence of a new social classification in the community of farmers-fishermen groups. Joining the marine economic activity of course brings a family dealing with the changes bothin the economic, social and cultural sphere. Departing from the understanding, this study aims to find out how the change in social relationships in the family of farmers - fishermen. Included in it is the distribution of workloads that vary among family members will be different if the head of the family went to sea. Through this research I want to show the adaptation that takes place in farmer-fisherman's household. When the condition of the husband went to sea then the need for adaptation to do other work such as going to lading. Furthermore, the division of labor in households increases with 1)the obligation of gotong royong in the village which requires the presence of one family member and 2) their responsibility to make decisions when the husband is at sea. Apart from that, the change in relationships can also be said to vary due tothe different types of vessels (fishing gear) that affect the working hours of a farmer-fisherman. So the behavior of families to face changes, especially economic changes will vary depending on the variation of the ship used. Changes that occur in the family after the construction of Sadeng Port, among others in the economic, social and cultural sectors. Economic change is formed by the emergence of new job options as fishermen, while social change lies in the relation of fishermen families with the surrounding community also to immigrants who settled on the coast of Sadeng Beach. For the Cultural sector the change that can be seen is the development of marine rituals. This research will be conducted in Putat and Gesik hamlet, Songbanyu Village,Girisubo Sub-district for about 2 months. The data were collected by participantobservation method and in-depth interviews among farmer-fishermen families.The study also used secondary data to be obtained from a review of researchresults, village archives and photo documentation.
Kata Kunci : Nelayan, Petani, keluarga nelayan, pembagian kerja, relasi sosial, adaptasi keluarga, adaptasi ekonomi.