HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA GURU SEKOLAH MENENGAH
NOVANDA FATIH HARDANTI, Muhana Sofiati Utami, Dr. M.S., Psikolog
2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIKesejahteraan subjektif adalah salah satu isu yang penting sebagai indikator kualitas kinerja dan kualitas hidup individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dengan kesejahteraan subjektif pada guru sekolah menengah. Hipotesis penelitian adalah adanya hubungan negatif antara konflik peran ganda dengan kesejahteraan subjektif pada guru sekolah menengah. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 72 guru dengan kriteria sebagai pengajar di sekolah menengah dan masih memiliki anak dibawah usia 7 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Konflik Peran Ganda dan Skala Kesejahteraan Subjektif. Analisis data menggunakan analisis Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran ganda dengan kesejahteraan subjektif, r xy = -0,345 (p < 0,01) sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Penelitian ini juga menemukan bahwa korelasi aspek-aspek konflik peran ganda paling besar dengan komponen afek pada kesejahteraan subjektif. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada kesejahteraan subjektif jika ditinjau dari jenis kelamin dan pendidikan terakhir serta tidak ada korelasi antara tingkat kesejahteraan subjektif guru sekolah menengah dengan usia, lama bekerja dan jumlah anak.
Subjective well-being is one indicator for quality of life and quality of work. This study determined the relationship between dual-roles conflict and subjective well-being in high school teachers. The hypothesis of this study is there is a negative correlation between dual-roles conflict and subjective well-being in high school teacher. Subjects in this study were 72 teachers with criteria a teacher in a high school, married and still have child under 7 years old. This study used two measuring instrument for dual-roles conflict and subjective well-being. Analysis of the data was using Pearson Product Moment Correlation. Result showed a significant negative correlation between dual-roles conflict and subjective well-being in high school teacher with rxy = -0,345 (p < 0,01). Therefore the hypothesis of this study is supported by the data. This study also found correlation of dual-roles conflicts aspects are stronger with affect component of subjective well-being. There is no significant different of subjective well-being between gender and education, also there is no correlation between age, job tenure, and number of the children in teachers subjective well-being.
Kata Kunci : kesejahteraan subjektif, konflik peran ganda, guru sekolah menengah