Laporkan Masalah

MANAJEMEN PEMELIHARAAN PEDET SAPI PERAH SEBELUM DAN SELEPAS SAPIH DI UPTD BPBPTDK NGIPIKSARI YOGYAKARTA

LUTFIA RAMADHANI, Dr. drh. Joko Prastowo, M.Si.

2017 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SV

Manajemen pemeliharaan pedet sapi perah merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam mendapatkan bakalan sapi perah dengan produktifitas susu yang unggul dan berkualitas. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari mengenai sistem manajemen pemeliharaan pedet sapi perah sebelum dan selepas sapih di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengembangan Bibit, Pakan Ternak, dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK) Ngipiksari Yogyakarta. Materi penulisan tugas akhir ini adalah kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) tentang manajemen pemeliharaan pedet sapi perah sebelum dan selepas sapih di UPTD BPBPTDK Ngipiksari Yogyakarta pada tanggal 6-17 Februari 2017. Data yang digunakan adalah 14 ekor pedet yang terdiri dari 10 ekor pedet sebelum sapih dan 4 ekor pedet selepas sapih. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi langsung seperti pengamatan dan pengukuran, wawancara, praktek langsung, dan dokumentasi serta pengambilan data recording pedet yang ada di UPTD BPBPTDK Ngipiksari Yogyakarta. Data yang diambil meliputi pakan, kesehatan, perkandangan, sanitasi, dan perawatan pedet. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut. Perkandangan pedet sebelum sapih menggunakan kandang kelompok dan pedet selepas sapih menggunakan kandang individu. Pakan pedet sebelum sapih berupa kolostrum/susu, hijauan, dan konsentrat sedangkan pedet selepas sapih berupa hijauan dan konsentrat. Perawatan pedet yang dilakukan meliputi penanganan pedet baru lahir, penyapihan, memandikan, dan recording. Manajemen kesehatan pedet yaitu pemberian obat cacing. Sanitasi dilakukan 2x sehari dan limbah diolah menjadi pupuk. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen pemeliharaan pedet di UPTD BPBPTDK sudah cukup baik.

Dairy calf management is one of key factors to obtain productive cows that have higher production and good quality milk. This final assignment report aim is to present our study about dairy calf management, particularly before and after weaning period in Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengembangan Bibit, Pakan Ternak, dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK), Ngipiksari, Yogyakarta. This report provides some information about the implementation of the calf management programs in daily activities that have been done in UPTD BPBPTDK from 6th to 17th February 2017. The data was collected during that time using following methods, observation, interview and calf records. There were 14 that have been observed, 10 of them were pre-weaned calves and the rest 4 were post-weaned calves. The collected data were feeding system, health management, calf pen system, sanitation process and calf care system. The findings of this study describe that the housing system for the pre-weaned calves were in the single pen/stall. Meanwhile, for the post-weaned calves were in the individual pens. Then, feed composition for the pre-weaned calves were colostrum, forage and concentrate. While for the post-weaned calves were only forage and concentrate. Furthermore, the health application implemented in UPTD BPBPTDK were new born calf care, weaning, cleaning and recording, following anti worm treatments. Sanitation process was done twice a week. In addition, manure was processed and transformed become fertilizer. According to the findings, we could be concluded that the calf management in UPTD BPBPTDK was well implemented.

Kata Kunci : manajemen, pemeliharaan, pedet, sapih, sapi perah

  1. D3-2017-369962-abstract.pdf  
  2. D3-2017-369962-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-369962-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-369962-title.pdf