Perencanaan Desain Kawasan Permukiman di sekitar Embung Tambakboyo dengan Konsep Safe-Sustainable Housing
ZAHRA WITSQA MAGHFIRA, Ir. Didik Kristiadi, M.LA., M.AUD.
2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTASalah satu tujuan global dalam Sustainable Development Goals 2030 adalah sustainable cities and communities yang menargetkan kepastian akses masyarakat terhadap perumahan yang aman dan lingkungan kota yang mengedepankan aspek keberlanjutan. Sayangnya, keamanan dan keberlanjutan masih menjadi problema di kawasan perkotaan. Perencanaan seringkali mengabaikan aspek keamanan dan keberlanjutan. Walaupun keamanan dan keberlanjutan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat perkotaan. Lokasi perencanaan ini adalah permukiman di sekitar Embung Tambakboyo dan area Embung Tambakboyo. Lokasi perencanaan dipilih karena kawasan tersebut merupakan kawasan preservasi dengan kualitas lingkungan yang semakin menurun dan memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi. Perencanaan ini merujuk pada teori Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) dan Eco-town. Indikator dari kedua teori tersebut dielaborasi hingga menghasilkan indikator perencanaan baru yang dapat diterapkan dalam kawasan perencanaan. Metode utama yang digunakan adalah Soft System Methodology (SSM) dan didukung dengan benchmarking serta Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam penentuan alternatif rencana. Perencanaan ini menghasilkan rencana detail dalam lingkup urban design yaitu : tata guna lahan, bentuk dan massa bangunan, ruang terbuka, sirkulasi dan parkir, aktivitas pendukung, jalur pejalan kaki, penanda, dan preservasi.
One of Sustainable Development Goals 2030 is sustainable cities and communities which targetting a certain accesses for people to safe housing and sustainable urban environment. Unfortunately, safety dan sustainability remain an issue in urban area. Planners often ignored the safety and sustainability aspects. Eventhough safety and sustainability had a big impact for urban communities's life. This planning located in Tambakboyo Reservoir and the settlement area around it. This location selected for it is a preservation area that facing an environmental degradation and having a high crime rate. This planning based on Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) theory and Eco-town theory. All the indicators of CPTED and Eco-town elaborated to make a new planning indicator which will be applied in the planning area. The main method of this planning process is Soft System Methodology (SSM), supported by benchmarking and Analytic Hierarchy Process (AHP) for the altenative determination. The result of this planning is a detailed plan in urban design variables : land use, building and massing, open space, circulation and parking, activity support, pedestrian ways, signage, and preservation.
Kata Kunci : Kriminalitas, Sustainabilitas, CPTED, Eco-town, Perencanaan / Crime, Sustainability, CPTED, Eco-town, Planning