Persamaan hubungan panjang humerus terhadap panjang tubuh total, panjang femur, dan lebar pelvis pada Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dan Kukang Sumatera (Nycticebus coucang)
ANNA NURHALIMAH, Dr. drh. Hery Wijayanto, MP.
2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANKukang terdistribusi di Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Populasinya yang terus menurun akibat perburuan dan perusakan habitat mendorong CITES menaikkan statusnya menjadi Appendix I sejak tahun 2007. Terbatasnya informasi anatomi dan morfologi kukang cukup menyulitkan dalam identifikasi dan keperluan forensik kukang di lapangan. Dalam rangka memberikan kontribusi data analisis anatomi kukang, maka penelitian ini dilakukan yang difokuskan pada hubungan panjang humerus dengan panjang tubuh total, lebar pelvis, panjang femur dan melihat kemungkinan adanya dimorfisme anatomi antara kukang Jawa dan Sumatera. Dalam penelitian ini digunakan 43 kukang dewasa yang sedang direhabilitasi di International Animal Rescue (IAR). Data morfometri panjang humerus, panjang tubuh total, panjang femur, dan lebar pelvis dikoleksi untuk dibandingkan dan dianalisis secara statistik. Cara pengukuran mengadopsi metode Schultz (1929) dan Osman (1942) dalam Napier (1967). Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang humerus memiliki kekuatan hubungan sedang dengan lebar pelvis, kuat dengan panjang tubuh total dan hubungan sangat kuat dengan panjang femur. Hasil pengukuran langsung dan perhitungan menggunakan persamaan garis linier yang diperoleh, secara umum kukang Jawa memiliki ukuran yang lebih besar dibanding kukang Sumatera.
In Indonesia, slow lorises are distributed in the Sumatran Island, Java and Kalimantan. Its dwindling population, caused by poaching and habitat destruction, has encouraged CITES to place its status under the Appendix I since 2007. Lacks of slow loris’s anatomical information and morphology have been the issues in identification and forensic needs on the field. In order to contribute slow loris anatomical analysis data, this research is more focused on the relationship between the length of the humerus with total body length, pelvic breadth, length of femur and to see if there is any anatomical dimorphisms between Javanese slow loris and Sumatran slow loris. In this research, we used 43 adult slow lorises which were under rehabilitation at the International Animal Rescue (IAR). Morphometric data of humeral length, total body length, femoral length and pelvic breadth were collected to be compared and analyzed statistically. The measuring methods were adopted from Schultz (1929) and Osman (1942) in Napier (1967). Research results show that humeral length has moderate relation with pelvic breadth, strong relation with total body length and even stronger relation with femoral length. In general, Javanese slow lorises have larger in size compared to Sumatran slow lorises.
Kata Kunci : morfologi, humerus, Kukang, Nycticebus