Laporkan Masalah

Prevalensi Penderita Gangguan Somatoform Di RSUP dr. Sardjito Tahun 2012-2014

VICTA RYZA CATARTIKA, Dr. dr. Carla Raymondalexas M., Sp.KJ(K); Dr. dr. Budi Pratiti, Sp.KJ; Dr. Dra. Sumarni, M.Si, Psikolog

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Kesehatan mental merupakan komponen penting untuk mendapatkan kesehatan yang holistik. Salah satu masalah kesehatan mental adalah gangguan somatoform. Gangguan somatoform memiliki kerugian bagi pasien yaitu peningkatan biaya kesehatan yang harus dikeluarkan. Hal ini dapat terjadi karena jumlah kunjungan pasien kepada dokter dan perawatan kesehatan meningkat. Dari beberapa penelitian yang dilakukan di tempat yang berbeda, prevalensi pasien gangguan somatoform berbeda-beda. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensipenderita gangguan somatoform di RSUP dr. Sardjito tahun 2012-2014. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong lintang. Peneliti menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien gangguan somatoform RSUP dr. Sardjito tahun 2012-2014. Analisis yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasil: Tahun 2012 prevalensi gangguan somatoform sebesar 0,09%, tahun 2013 sebesar 0,07%, dan tahun 2014 sebesar 0,03%. Sedangkan prevalensi penderita gangguan somatoform selama 3 tahun (2012-2014) yaitu 0,06%. Gangguan somatoform banyak didiagnosis di Poliklinik Penyakit Dalam (58,8%). Distribusi penderita gangguan somatoform adalah individu dengan jenis kelamin perempuan (55,1%), usia rata-rata 40,3 tahun, kelompok usia 41-50 tahun (24,5%), berstatus kawin (75,5%), pendidikan SLTA (30,0%), pekerjaan PNS (14,6%), dan tipe gangguan somatoform ytt (F45.9) (80,9%). Dari hasil tersebut, yang signifikan secara statistika adalah usia (p: 0,002), pendidikan (p: 0,008), dan pekerjaan (p: 0,000). Simpulan: Prevalensi penderita gangguan somatoform di RSUP dr. Sardjito tahun 2012-2014 adalah 0,06%. Kata kunci: gangguan somatoform, prevalensi.

Background: Mental health is an important thing in a holistic health. One of mental health problem is somatoform disorder. Somatoform disorder patients spent high medical cost because they have many doctor visits and get many medical interventions. Other researches show variations in somatoform disorder prevalence. Objective: The objective of this study is to find prevalence of somatoform disorder in Sardjito Hospital 2012-2014. Method: This study is an observational study with cross sectional design. Researcher got the data from medical record of somatoform disorder patients in Sardjito Hospital 2012-2014. Then the data analyzed using descriptive analysis. Result: Somatoform disorder prevalence in 2012, 2013, and 2014 are 0.09%, 0.07%, and 0.03%, respectively. Prevalence of somatoform disorder patients for 3 years (2012-2014) is 0.06%. Most of patients ware diagnosed in Internal Medicine Department (58.8%). Distributions of somatoform disorder patients are high in women (55.1%), average age of 40,3 years old, 41-50 years age group (24.5%), maried (75.5%), senior high school (30.0%), government employees (14.6%), and somatoform disorder unspecified (F45.9) (80.9%). The results ware significantly different for age (p: 0.002), education (p: 0.008), and occupation (p: 0.000). Conclusion: Somatoform disorder prevalence in Sardjito Hospital 2012-2014 is 0.06%. Key words: somatoform disorder, prevalence.

Kata Kunci : gangguan somatoform, prevalensi