Proporsi dan Pola Kejadian Penyakit Ternak Ruminansia di UPT. Puskeswan Panggang Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2016
HANDI PUTRA USMAN, drh. Slamet Raharjo, MP
2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANPusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Panggang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelayanan kesehatan hewan dibawah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul. Wilayah kerja UPT. Puskeswan Panggang meliputi Kecamatan Panggang, Saptosari dan Purwosari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kejadian dan distribusi penyakit ternak ruminansia di wilayah kerja UPT. Puskeswan Panggang periode Januari-Desember 2016. Penelitian dilakukan dengan metode monitoring, yaitu dengan koleksi data melalui kunjungan ke UPT. Puskeswan Panggang secara berkala selama periode Januari-Desember 2016. Data ditabulasi dan dibuat dalam bentuk grafik dan tabel dengan menggunakan Microsoft Excel. Jumlah pasien ruminansia di UPT. Puskeswan Panggang Kabupaten Gunung Kidul selama periode Januari-Desember 2016 adalah 1.570 ekor pasien terdiri 924 ekor (58,85%) sapi, 645 ekor (41,08%) kambing, serta 1 ekor (0,07%) domba. Angka kejadian penyakit terbesar yang dilaporkan di UPT. Puskeswan Panggang pada periode Januari-Desember 2016 adalah BEF (15,03%), diikuti dengan indigesti (13,12%), skabies (12,1%), dan helmintiasis (10,57%). Penyakit-penyakit tersebut dilaporkan terjadi sepanjang tahun 2016 di wilayah kerja UPT. Puskeswan Panggang. Hasil penelitian menunjukkan kejadian penyakit BEF dipengaruhi oleh curah hujan, sedangkan indigesti, skabies, dan helmintiasis dipengaruhi faktor manajemen yang masih tradisional serta kondisi daerah Kabupaten Gunung Kidul yang cenderung gersang. Jenis penyakit lain terjadi secara sporadik dengan angka kejadian yang rendah.
Panggang Center for Animal Health is one of the Technical Implementation Unit under the agricultural and food service of Gunung Kidul Regency. The working area of UPT. Puskeswan Panggang covers Panggang, Saptosari, and Purwosari Subdistricts. This study was aims to determine the proportion, pattern of incidence and distribution of ruminant livestock diseases in the working area of UPT. Puskeswan Panggang during January-December 2016. The research was conducted by monitoring method, that is by data collection through visit to UPT. Puskeswan Panggang periodically during January- December 2016. Data were tabulated and created in graphs and tables using Microsoft Excel. The number of ruminant patients in UPT. Puskeswan Panggang, Gunung Kidul District during January-December 2016 period were 1,570 patients consisting of 924 (58.85%) of cattle, 645 (41.08%) of goats and 1 (0.07%) of sheep. The highest incidence of disease reported in UPT. Puskeswan Panggang in January-December 2016 period was BEF (15,03%), followed by indigestion (13.12%), scabies (12.1%), and helminthiasis (10.57%). These diseases were reported to occur throughout 2016 in the working area of UPT. Puskeswan Panggang. The results showed the incidence of BEF disease was strongly influenced by rainfall, while indigestion, scabies, and helminthiasis influenced by traditional management factors and the condition of the area of Gunung Kidul that tend to be arid. Other types of diseases occur sporadically in low incidences.
Kata Kunci : Puskeswan Panggang, ruminansia, penyakit ternak, distribusi penyakit