Laporkan Masalah

STUDI PENGARUH KRIM EKSTRAK KUNYIT PUTIH (Curcuma mangga) TERHADAP KEPADATAN SEL POLIMORFONUKLEAR DAN FIBROBLAS PADA KESEMBUHAN LUKA IRIS KULIT ANJING (Canis familiaris)

ADHIVA SHELLA KURNIASARI, Prof. Dr. drh. Sri Hartati, SU.

2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Luka adalah rusaknya kesatuan atau komponen jaringan, yang menyebabkan secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran mikroskopik kepadatan fibroblas dan sel polimorfonuklear hari ke 3 dan 9 pada jaringan luka iris kulit anjing yang diterapi antibiotik kloramfenikol, krim ektrak kunyit putih 3% dan 6%. Pembuatan luka iris sepanjang ±5 cm di daerah flank di sisi kanan dan kiri, dengan arah vertikal, luka irisan meliputi kulit dan subkulit. Luka iris kelompok A (kontrol) diberi pengobatan dengan antibiotik kloramfenikol. Luka iris kelompok B diberi pengobatan krim ekstrak kunyit putih 3%. Dan luka iris kelompok C diberi pengobatan krim ekstrak kunyit putih 6%. Pada hari ke 6 dan ke 9 dilakukan biopsi sampel jaringan kesembuhan luka seluas 4mm, kemudian dimasukan ke larutan formalin 10%. Sampel jaringan untuk pemeriksaan histologi dikirim ke Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan untuk dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hemaktosilin Eosin (HE) untuk pengamatan serabut fibroblas dan sel polimorfonuklear. Kemudian fibroblas dan sel polimorfonuklear dihitung menggunakan aplikasi OptiLab. Hasil menunjukkan bahwa pengobatan dengan krim ekstrak kunyit putih 3% mempunyai kepadatan fibroblas tinggi dan kepadatan sel polimorfonuklear rendah dibandingkan dengan kelompok A dan kelompok C. Sehingga dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak kunyit putih 3% memberikan hasil terbaik untuk proses penyembuhan luka iris dan dapat direkomendasikan sebagai obat herbal untuk penyembuhan luka iris.

Wound is destruction of a tissue components that lead into a specific broken or loss tissue. This research analyzes the density microscopy fibroblast and polymorfonuclear cells on the third and ninth day of the dog's scratched skin cells which being healed by chloramphenicol and 3% and 6 % extract white turmeric cream. Five cm incision made in the dog's right and left flank vertically encompass the skin and subcutaneous layer. The dog's scratched skin cells of group A (control) treated with chloramphenicol. Group B treated with 3% extract white turmeric cream. And group C treated with 6% extract white turmeric cream. On the third and ninth day, the sample of healed skin, which 4mm on width, is biopsied and put into 10% formalin. The sample tissue which is used for histopatology checkup, sent to the Laboratory of Pathology of Faculty Veterinary Medicine to get the smear with HE coloring for the fibroblast and polymorfonuclear cell's observation. Then the fibroblast and polymorphonuclear cells are calculated using OptiLab application. The results showed that treatments with 3% white turmeric extract cream had highest fibroblast density and lower polymorphonuclear cells density compared to group A and group C. It could be concluded that the 3% white turmeric extract cream could give the best result for incision wound healing process and could be recommended as a herbal drug for incision wound healing.

Kata Kunci : kunyit putih, firoblas, sel polimorfonuklear, kulit, anjing