Pendekatan Metoda Klaster Terhadap Model Indeks Tunggal Dalam Pembentukan Portofolio Optimal
BIBIT SETYO PAMBUDI, Prof., Dr. Jogiyanto Hartono M., M.B.A., CMA
2016 | Tesis | S2 ManajemenPendekatan Metoda Klaster Terhadap Model Indeks Tunggal Dalam Pembentukan Portofolio Optimal Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja yang signifikan antara portofolio yang dipilih dengan menggunakan metoda klaster dengan pendekatan K-means dan portofolio yang dipilih dengan menggunakan metoda model indeks tunggal. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pemilihan saham-saham yang merupakan pembentuk portofolio optimal dengan metoda klaster dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik secara signifikan bila dibandingkan dengan pendekatan model indeks tunggal. Penelitian ini menggunakan data saham dan rasio keuangan dari perusahaan perusahaan yang masuk dalam LQ-45 di Bursa Efek Indonesia. Metoda klaster yang dipilih menggunakan Book to Market (B/M), Divident Yield (DY) dan Earning Yield (EY) sebagai faktor pertimbangan tambahan selain rasio ERB (Excess Return to Beta). Model indeks tunggal pada penelitian ini hanya diukur dengan ERB yang besar. Pada penelitian ini portofolio akan dibentuk terlebih dahulu dengan menggunakan metoda klaster dan metoda model indeks tunggal. Setelah itu, kedua portofolio tersebut akan dibandingkan satu sama lain. Perbandingan kinerja setiap portofolio akan dinilai dengan tiga rasio yaitu: rasio Jensens's Alpha, rasio Treynor, dan rasio Sharpe. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji t dua sampel independen. Hal ini dikarenakan variable dari penelitian ini bersifat independen atau tidak memiliki keterikatan satu dengan yang lainnya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara portofolio optimal dengan pendekatan metoda kalster dengan portofolio optimal model indeks tunggal tanpa adanya penjualan pendek diukur menggunakan indikator kinerja rasio: Jensen Alpha, rasio Sharpe, dan Rasio Treynor. Perbandingan kinerja portofolio optimal dengan metoda klaster dengan portofolio optimal model indeks tunggal dengan penjualan menunjukkan hasil berbeda. Kinerja portfolio yang dinilai dengan indikator rasio Jensen Alpha dan Rasio Treynor menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan antara portofolio optimal yang dibentuk dengan pendekatan metoda klaster dengan portofolio optimal model indeks tunggal ketika dinilai dengan rasio Sharpe.
This study aims to analyze performance significant differences between the portofolio selected by using clustering method with K-means approach and the portofolio selected by using single index model. This study also aims to analyze the selection of stocks that form optimal poertofolio with clustering method can produce better performance significantly compared with single index model approach. This Study uses data stocks and financial ratios from companies that included in LQ-45 in Indonesia Stock Exchange. Clustering method selected by Book to Market Book to Market (B/M), Divident Yield (DY) and Earning Yield (EY) as additional consideration factors beside ERB (Excess Return to Beta) ratio. Single index model in this study measured only by large ERB. In this study, portfolio will be formed first by using clustering method and single index model method. After that, both of portofolios will be compared each other. Performance comparation will be assesed with three ratios: Jensens's Alpha, Treynor ratio, and Sharpe ratio. Hypothesis test in this research using t two independent sample test. It caused the variables in this study were independent or not having attachment each other. The result of this study shows that there is no difference between optimal portfolio with clustering method approach with single index model optimal portofolio without short sales measured by three performace ratio indicators: Jensens Alpha, rasio Sharpe, dan Rasio Treynor. Comparation performace optimal portfolio with clustering method with single index model optimal portfolio with short sales shows difference result. Portfolio performace assessed by Jensens Alpha and Treynor Ratio shows there is significantly differences. Otherwise, there is no difference between optimal portfolio formed by clustering method approach with optimal portfolio single index model when measured by Sharpe ratio.
Kata Kunci : Metoda Klaster, Model Indeks Tunggal, dan Pembentukan Portofolio Optimal