ANALISIS BANJIR GENANGAN AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI PESISIR KOTA CIREBON
KUKUH WIDIYANTO, Prof. Dr. Muh. Aris Marfai, M.Sc.
2017 | Tesis | S2 GeografiFenomena perubahan iklim dan pemanasan global menimbulkan dampak yang nyata bagi kehidupan manusia. Naiknya muka air laut (sea level rise) merupakan salah satu permasalahan penting yang harus dihadapi oleh negara-negara pantai atau negara kepulauan di dunia (Kobayashi, 2003). Kota Cirebon yang merupakan kota pesisir yang semakin mengalami permasalahan yang serius terhadap dampak genangan banjir pasang air laut (rob). Analisis banjir genangan akibat kenaikan muka air laut di pesisir Kota Cirebon bertujuan untuk mengetahui kecenderungan kenaikan muka air laut di wilayah pesisir Kota Cirebon pada tahun 2020, 2040, 2060, 2080, dan 2100. Menentukan strategi pengelolaan lingkungan dalam mengurangi genangan pasang air laut di Pesisir Kota Cirebon. Penelitian ini dilakukan dengan mengolah data pasang surut 1997-2016 dengan menggunakan metode admiralty dan dianalisis dengan regresi linier. Prediksi area yang tergenang diperolah melalui metode iterasi raster pada ilwis. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 19 tahun hingga akhir tahun pengukuran 2016 perairan Kota Cirebon mengalami kenaikan muka laut relatif sebesar 9.12 cm. Rata-rata kenaikan muka laut relatif selama 228 bulan (19 tahun) pengukuran adalah 0,48 cm/tahun atau 4,8 mm/tahun. Alternatif strategi mengurangi banjir genangan antara lain; (1) Peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi banjir paang air laut, (2) Pengaturan dan regulasi perizinan pembangunan pemukiman dan konstruksi bangunan di daerah pesisir, (3) Peningkatan perencanaan zona pesisir dan penggunaan lahan berdasarkan skenario kenaikan muka air laut.
Cirebon city is one of the areas on the north coast of West Java province east. As a coastal region, besides having great potential, coastal Cirebon City also is prone to land subsidence and flood tides. Multihazard modeling land subsidence and flooding in coastal areas of Cirebon City aiming to determine the downward trend of land and a trend of rising tides and know the area and land use were inundated due to flooding in 2025. This research was conducted using elevation data from 2010 TerraSAR imagery and elevation data of 2002 are then processed by ArcGIS to identify trends and prediction of land subsidence DEM 2025. The trend rise in tide is determined based on data HHWL years 1997-2015 were analyzed with regression linear. Prediction flooded area obtained through iteration method on ILWIS raster. Land subsidence that occurred in the coastal city of Cirebon annually quite intensively, especially in Sub Lemahwungkuk and District Kejaksan. This causes the elevation of 2025 decreased quite a lot and cause some areas are under sea level. Height of tide in 2025 is predicted to extend its impact to the mainland. Mitigation strategies in the face multibahaya in Cirebon by avoiding redundant development by determining zoning based development planning, disaster.
Kata Kunci : Banjir Genangan, Kenaikan Muka Air Laut, Kota Cirebon.