PERBEDAAN TINGKAT PERADANGAN ANTARA INJEKSI TRIAMSINOLON ASETONID INTRAKAMERA DAN DASAR ORBITA SETELAH EKSTRAKSI KATARAK PADA PASIEN KATARAK DENGAN RIWAYAT UVEITIS
TRI WINARTI, Prof. dr. Suhardjo, SU., Sp.M(K) ; Prof. dr. Wasisdi Gunawan, Sp.M(K)
2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT MATAPendahuluan : Ekstraksi katarak pada pasien katarak dengan riwayat uveitis memerlukan kontrol peradangan yang ketat. Triamsinolon asetonid dilaporkan efektif dalam mengontrol peradangan setelah ekstraksi katarak pada pasien katarak dengan riwayat uveitis. Namun demikian, perbedaan tingkat peradangan antara injeksi triamsinolon asetonid intrakamera dan dasar orbita setelah ekstraksi katarak pada pasien katarak dengan riwayat uveitis belum pernah dilaporkan. Tujuan : Membandingkan perbedaan tingkat peradangan antara injeksi triamsinolon asetonid intrakamera dan dasar orbita setelah ekstraksi katarak pada pasien katarak dengan riwayat uveitis. Metode : Penelitian dilakukan di RSUP Dr. Sardjito,Yogyakarta dari bulan Agustus 2016 hingga bulan Desember 2016. Rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized clinical trial. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah pasien katarak dengan riwayat uveitis yang peradangannya sudah tidak aktif minimal tiga bulan serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek penelitian dibagi menjadi dua, kelompok pertama mendapatkan injeksi triamsinolon asetonid intrakamera 1 mg dan kelompok kedua mendapatkan injeksi triamsinolon asetonid dasar orbita 40 mg setelah ekstraksi katarak. Tingkat peradangan yang dievaluasi pada penelitian ini meliputi hiperemia konjungtiva, nyeri, blefarospasme, sel dan flare, edema makula kistoid, dan kekeruhan kapsul posterior pada hari kedua, kelima belas, dan ketiga puluh setelah ekstraksi katarak. Hasil : Sebanyak tiga puluh dua mata pada penelitian ini dilakukan ekstraksi katarak. Baik injeksi intrakamera maupun injeksi dasar orbita triamsinolon asetonid sama-sama efektif dalam mengontrol peradangan setelah ekstraksi katarak pada pasien katarak dengan riwayat uveitis. Tidak ada perbedaan yang bermakna secara statistik pada tingkat hipermia konjungtiva, nyeri, blefarospasme, sel dan flare, edema makula kistoid, dan kekeruhan kapsul lensa posterior antara kedua kelompok pada hari kedua, kelima belas, dan ketiga puluh setelah ekstraksi katarak (p>0,05). Tidak ada efek samping ataupun komplikasi pada kedua kelompok dalam penelitian ini, tetapi pada kelompok dengan injeksi triamsinolon asetonid intrakamera relatif lebih efisien dibandingkan dengan kelompok yang mendapat injeksi triamsinolon asetonid dasar orbita. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan tingkat peradangan antara injeksi triamsinolon asetonid intrakamera dan dasar orbita setelah ekstraksi katarak pada pasien katarak dengan riwayat uveitis. Kata Kunci : intrakamera, dasar orbita, triamsinolon asetonid, ekstraksi katarak
Introduction : Uveitic-cataract extraction requires thoughtful planning of peri-operative and post-operative anti-inflammatory regimen.Triamcinolone acetonide (TA) has been reported to be effective in controlling post-operative inflammation in uveitic-cataract extraction. However, the differentiation of inflammation level between intracameral and orbital floor injection of TA following uveitic-cataract extraction has not been reported. Objectives : To compare the differentiation of inflammation level between intracameral and orbital floor injection of TA following uveitic-cataract extraction. Materials and methods : The study was conducted at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta from August 2016 to December 2016. This study was a randomized clinical trial. Patients with cataract which had history of uveitis and didn’t have any sign and symptoms of uveitis at least three months were included in this study. Group 1 received an intracameral injection of TA (1mg) and group 2 received an orbital floor injection of TA (40mg) following uveitic-cataract extraction. The outcome measure of this study was the level of inflammation including conjunctival hyperemia, pain, blepharospasm, anterior-chamber cells and flare, cystoid macular oedema, and posterior capsular opacity that were evaluated in the second day, fifteenth day, and thirtieth day of follow-up. Results : Thirty-two eyes underwent cataract extraction in this study. Both treatments were equally effective in controlling postoperative inflammation following uveitic-cataract extraction. There were no statistically significant difference in conjunctival hyperemia, pain, blepharospasm anterior-chamber cells and flare, cystoid macular oedema, and posterior capsular opacity between two groups in the second day, fifteenth day, and thirtieth day of follow-up (p>0.05). No adverse events and complications were observed in both groups but in the group of intracameral injection of TA was relatively efficient compared to the group of orbital floor injection of TA. Conclusion: No differentiation of inflammation level between intracameral and orbital floor injection of TA following uveitic-cataract extraction. Keywords : intracameral, orbital floor, triamcinolone acetonide, uveitic-cataract extraction
Kata Kunci : intrakamera, dasar orbita, triamsinolon asetonid, ekstraksi katarak