Laporkan Masalah

PENGARUH WAKTU APLIKASI PYRACLOSTROBIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.)

AYU AINULLAH MURYASANI, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc;Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Ph.D;Prof.Dr.Ir. Didik Indradewa

2017 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Pemberian pyraclostrobin yang merupakan fungisida dari jenis strobilurin memiliki kemampuan untuk memacu sintesis prekursor IAA yaitu L-tryptopha yang dapat memicu pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu aplikasi pyraclostrobin terbaik terhadap pertumbuhan, hasil dan kesehatan tanaman cabai (Capsicum annuum L.). Penelitian dilakukan di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ngipiksari, Sleman, Yogyakarta pada bulan Februari-Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 1 faktor dan 4 blok. Aras faktor ini terdiri dari lima perlakuan yaitu pemberian pyraclostrobin pada benih, pyraclostrobin pada media, pyraclostrobin pada bibit, pyraclostrobin pada tanaman di lapangan dan tanpa perlakuan. Pada perlakuan pyraclostrobin pada benih, pyraclostrobin pada media dan pyraclostrobin pada bibit dilakukan penyemprotan di lapangan saat 30 hspt, 60 hspt dan 90 hspt dengan dosis 1 kg/ha, Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) taraf kepercayaan 95% dan diuji lanjut dengan Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian memberikan informasi bahwa perlakuan pyraclostrobin pada benih, pyraclostrobin pada media, pyraclostrobin pada bibit dan perlakuan pyraclostrobin pada tanaman di lapangan dengan dosis 1 kg/ha pyraclostrobin sebanyak 3 kali penyemprotan di lapangan saat 30, 60 dan 90 hspt tidak meningkatkan pertumbuhan, hasil dan kesehatan tanaman cabai.

Pyraclostrobin know as a strobilurin fungicides it works to stimulate L-tryptophan which a precursor of synthesis IAA and could stimulate plant growth and yield to improve the production of chili pepper. The purpose of research is to determine the optimal application of pyraclostrobin which enhance growth, yield and health of chili plants (Capsicum annuum L.). The Research was conducted at Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ngipiksari, Sleman, Yogyakarta on February-August 2016. It was arranged by using Rendomized Complete Block Design (RCBD) with single factor, four blocks and five treatments which is pyraclostrobin aplication on seed, pyraclostrobin aplication on media, pyraclostrobin aplication on seedling, pyraclostrobin aplication on chili plant and control. Pyraclostrobin aplication on seed, media, seedling continued with pyraclostrobin applications 1 kg/ha at 30, 60 and 90 days after transplanting (DAT). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at 95% level and continued with Leas Significant Deference (LSD). The results showed that the pyraclostrobin aplication on seed, pyraclostrobin aplication on media, pyraclostrobin aplication on seedling and pyraclostrobin aplication on chili plant with pyraclostrobin applications 1 kg/ha at 30, 60 and 90 days after transplanting (DAT) do not increase plant growth, yield and health of chili plants.

Kata Kunci : pyraclostrobin, cabai merah keriting, perlakuan benih/pyraclostrobin, chilli pepper, seed treatment

  1. S1-2017-331707-abstract.pdf  
  2. S1-2017-331707-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-331707-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-331707-title.pdf