Laporkan Masalah

Menelusuri Pentingnya Sekolah Krisis Akulturasi: Keanehan Ketika Budaya Tempatan Berdialektikal dengan Budaya Non Tempatan Melalui Pendidikan Sekolah Pada Kisah Gegeran Mencari Sekolah dan Menyekolahkan Anak.

URIP DANU WIJOYO, Prof. Dr. P.M. Laksono

2017 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGI

INTISARI Tesis ini berusaha menjawab pertanyaan, Mengapa sekolah itu menjadi penting? Bagaimana situasi akulturasi yang melibatkan interaksi antara keluarga, sekolah dan komunitas? Pendidikan telah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditawar atau diundur pemenuhannya. Pemilihan sekolah dan menjalani konsekuensi pilihannya itu menjadi rangkaian tak terpisahkan dari proses reproduksi sosial dan budaya yang tidak hanya melibatkan keluarga dan sekolah tapi juga komunitas. Pada tahun 1960an di Desa Kalitirto keadaannya jauh berbeda. Pada saat itu, anak-anak tidak serta merta didaftarkan sekolah oleh orang tuanya, mereka ditanyai dulu apakah mau atau tidak. Usia berapapun tidak dipermasalahkan. Meskipun seorang anak sudah berumur delapan tahun kalau tidak mau sekolah kedua orang tuanya tidak akan memaksa anaknya masuk sekolah. Pendidikan sekolah mempunyai posisi penting dalam proses perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan di sini adalah peristiwa akulturasi di mana terjadi dalektika antara “dunia lama” dengan “dunia baru” (Laksono, 2015: 8). Pengumpulan data dilakukan dengan cara ikut berpartisipasi di banyak kegiatan sekolah, termasuk jelajah alam, perjalanan ke lokal pusat sejarah, kunjungan staf, dan orang tua pertemuan, dan mengamati kegiatan belajar mengajar di kelas. Hal ini memungkinkan saya untuk menulis sebuah etnografi proses edukasi yang berfokus pada transmisi budaya dan khususnya pada transmisi nilai-nilai (George Spindler, 1982: 31) Menelusuri kembali pentingnya sekolah. Dinamika keluarga serta komunitas yang terlibat dalam situasi di mana budaya tempatan mulai berangsur akar-akar budayanya melemah, di satu sisi dan di sisi lain sekolah merupakan tempat di mana citra-citra memikat dari jagat global dikenalkan. Proses-proses pengambilan keputusan memilih sekolah dan menjalani konsekuensi-konsekuensi dari menyekolahkan anak, yakni situasi proses dialetika budaya lama dengan budaya baru yang disertai adanya peristiwa gegeran yang disebabkan dari perbuatan nekat untuk mengusir aneh. Aneh, yaitu apa yang orang tahu tetapi tidak untuk dimengerti (Laksono, 2015: 3). Kata kunci: keluarga, pendidikan, krisis akulturasi, etnografi, aneh

ABSTRACT This thesis seeks to answer the question, Why is school important? How acculturation situation involving interaction between families, schools and communities? Education has become a necessity that can not be compromised or delayed fulfillment. Selection of school and undergo the consequences of his choice became inseparable series of social and cultural reproduction process involving not only the family but also the community and the school. In the 1960s in the village of Kalitirto situation is much different. At that time, the children are not necessarily registered with the school by their parents, they were asked first whether wanted or not. Any age do not matter. Although a child is eight years old if you do not want the school parents will not force their children to school. School education has an important position in the process of cultural change. A change of culture here is where the incident occurred dalektica acculturation between the "old world" with the "new world" (Laksono, 2015: 8). The data collection is done by participating in many school activities, including natural cruising, a trip to the local historical center, visits the staff, and parent meetings, and observed teaching and learning in the classroom. This allows me to write an ethnographic educational process that focuses on cultural transmission and in particular on the transmission of values (George Spindler, 1982: 31) Tracing back the importance of school. The dynamics of families and communities involved in the situation when the local culture began to gradually weaken its cultural roots, on the one hand and on the other side of the school is a place where the images lure of global universe introduced. The processes of decision-making choosing a school and undergo the consequences of child education, the situation of the process dialetica between old culture to a new culture that accompanied the event uproar resulting from reckless acts to repel the strange. Odd, that is what everyone knows but is not to be understood (Laksono, 2015: 3). Keywords: family, education, acculturation crisis, ethnography, strange

Kata Kunci : keluarga, pendidikan, krisis akulturasi, etnografi, aneh/family, education, acculturation crisis, ethnography, strange

  1. S2-2017-357626-abstract.pdf  
  2. S2-2017-357626-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-357626-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-357626-title.pdf