PEMBERIAN JASA HUKUM DI BIDANG KENOTARIATAN SECARA CUMA-CUMA
BAGAS LUGASA, Dr. Djoko Sukisno, S.H., CN.
2017 | Tesis | S2 KenotariatanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan selanjutnya menganalisis kriteria yang dapat digolongkan sebagai orang yang tidak mampu oleh Notaris dan bentuk jasa hukum yang notaris berikan kepada orang yang tidak mampu secara cuma-cuma. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dan empiris, yang dilakukan dengan meneliti data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara secara langsung kepada beberapa responden dan narasumber dengan teknik pengambilan sampling secara purposive sampling. Data sekunder dalampenelitian ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jasa hukum dibidang kenotariatan secara cuma-cuma tidak saja diberikan kepada orang yang tidak mampu sesuai apa yang telah diwajibkan oleh dengan Pasal 37 ayat (1), sebagian besar faktor ekonomi menjadi kriteria yang dominan. Faktor ekonomi yang menjadi kriteria dominan ditunjukkan dengan: a) menyerahkan surat keterangan tidak mampu dari pejabat yang berwenang setempat; b) pengakuan penghadap bahwa dirinya secara finansial tidak mampu, jadi hanya berdasarkan pada rasa percaya semata; c) memberikan ukuran ketidakmampuan dengan melihatnya secara case by case. Selain orang yang tidak mampu pemberian jasa tersebut dapat juga diberikan kepada Badan Hukum yang bersifat sosial/keagamaan, kerabat dekat/hubungan dekat. Bentuk-bentuk jasa hukum yang diberikan secara cuma-cuma sangat berfariasi yang kesemuanya itu tidak lepas dari bentuk jasa hukum yang mempunyai nilai ekonomi yang kecil serta untuk keperluan sosial/keagamaan.
The purpose of this study is to knowing, understanding and then analyzing the criteria that can be classified as a poor person by a notary and a form of legal services that notaries provide to indigent people for free. This study is a normative and empirical legal research, which is done by examining primary data and secondary data. Primary data in this research is obtained through field research by direct interviews to some respondents and informants with sampling technique by purposive sampling. Secondary data in this research is obtained through literature research. The collected data is then analyzed qualitatively. The results showed that the provision of legal services in the field of notary as free not only given to people who are indigent to match what has been obliged by Article 37 paragraph (1), most economic factors become the dominant criteria. Economic factors that become dominant criteria are shown by: a) submitting a certificate of inadequacy from the local authorities; b) the recognition that he is financially incapable of financing, so based solely on trust; c) provides a measure of incompetence by looking at it case-by-case. In addition to those who are indigent to provide such services may also be provided to the Legal Body of a social / religious nature, close relatives/close relationships. The forms of legal services provided free of charge are highly varied, all of which cannot be separated from the form of legal services that have small economic value and for social / religious purposes.
Kata Kunci : Jasa Hukum, Notaris, Cuma-Cuma/Legal Services, Notary, Free