DIPLOMASI EKONOMI JEPANG DALAM UPAYA PERPINDAHAN LIMBAH B3 MELALUI INDONESIA-JAPAN ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT
NURSHINTA ANGGIA ANGGRAENI, Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA
2017 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalPerkembangan sektor industri Jepang memicu timbulan limbah berbahan beracun dan berbahaya (B3) yang membahayakan lingkungan hidup. Mahalnya biaya pengelolaan dan keterbatasan lahan pembuangan mendorong perpindahan lintas batas limbah B3 ke negara berkembang. Meski telah dimonitor oleh Konvensi Basel yang melakukan pelarangan, namun Jepang tetap menemukan celah dengan memanfaatkan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) sebagai instrumen perpindahan limbah B3. Hal ini tercermin melalui pengurangan tarif perdagangan pada 12 jenis limbah B3. Penelitian ini akan menggunakan teori diplomasi ekonomi dan konsep issue linkage untuk mengamati diplomasi ekonomi Jepang dalam meraih kesepakatan pengurangan tarif limbah B3 dengan Indonesia di IJEPA. Hasilnya menunjukkan bahwa Jepang membarter isu dengan menawarkan kompensasi pengembangan kapasitas untuk Indonesia. Beberapa hal dilakukan seperti investasi pembangunan fasilitas pengelolaan limbah B3 dan pengembangan pasar daur ulang limbah B3 untuk Indonesia. Meski harus memberikan kompensasi, kesepakatan pengurangan tarif limbah B3 akhirnya dapat dicapai Jepang untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan domestik, dengan tetap mengakomodasi kepentingan pengembangan kapasitas bagi Indonesia
The development of Japan's industrial sector triggered the generation of toxic and hazardous waste as its consequences which endangered the environment and human's health. The high cost of waste management and limited land disposal encourages transboundary movement to developing countries. Although it has been monitored by the Basel Convention which ban toxic waste movement, Japan still find the loophole by using Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) as an instrument to transfer domestic waste abroad. This study will use the theory of economic diplomacy and issue linkage concept to observe Japan's diplomacy in reaching an agreement on reducing toxic and hazardous waste tariff with Indonesia in IJEPA. The result shows that Japan bartered the issue by offering capacity building compensation. Those are consisting of investment on toxic and hazardous waste management facilities and the development of hazardous waste recycling market in Indonesia. Through the compensation, reduction tariff of hazardous waste could be achieved by Japan to continue its transboundary movement and reduce the impact of domestic environmental pollution, while still accommodating the interests of Indonesia in terms of capacity building towards hazardous waste management.
Kata Kunci : perpindahan, limbah B3, IJEPA, Jepang, pengurangan tarif, diplomasi ekonomi, issue linkage