RANTAI PRODUKSI KOMODITAS SARANG BURUNG WALET ANTARA INDONESIA DAN CINA
NAQSYABANDI, Dr. Maharani Hpasari
2017 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalDalam meningkatkan keuntungan bisnis, setiap aktor berusaha untuk melakukan kontrol dalam setiap relasinya dengan aktor yang lain. Setiap aktor dalam proses produksinya mampu menciptakan efek domino yang menyebabkan dampak terhadap keseluruhan rantai produksi. Pengaruh tersebut berdampak pada penekanan biaya produksi dengan melakukan proses produksi yang murah, diantaranya dengan teknik bahan kimia yang mengundang perhatian pemerintah Cina untuk melakukan inspeksi. Inspeksi yang dilakukan pemerintah Cina berakibat pada dilarangnya impor sarang walet dari Indonesia.
Indonesia termasuk penghasil terbesar sarang burung walet dunia yang didukung oleh kondisi alamnya sebagai habitat asli burung walet. Untuk meningkatkan ekspornya, Indonesia harus mampu menembus pasar Cina dikarenakan Cina adalah konsumen terbesar sarang burung walet yang menyerap sekitar 60% total sarang walet dunia. Kegagalan ekspor sarang walet Indonesia seperti yang terjadi sebelum tahun 2012 karena pelarangan impor bersyarat oleh Cina disebabkan oleh kualitas sarang walet yang diproduksi Indonesia tidak dapat diterima oleh pasar Cina. Dalam hal ini, peran aktor-aktor yang terlibat dalam mata rantai produksi sarang walet Indonesia mempunyai pengaruh besar terhadap pelarang tersebut.
Kata Kunci : sarang walet, pelarangan ekspor, rantai produksi, indonesia, cina