Laporkan Masalah

Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Bahaya Amblesan Tanah Di Kecamatan Semarang Utara

GHEFRA R.G., Dyah R. Hizbaron; Muh Aris Marfai

2017 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Kondisi geolologi di Semarang memiliki tiga satuan batuan utama yaitu: batuan vulkanik, batuan sedimen dan endapan aluvial. Lapisan bawah tanah Semarang terdiri dari Batu Lempung Tersier dari Formasi Kalibiuk (Sukhyar, 2003Secara geologis Kota Semarang memiliki tiga litologi utama yaitu: batuan vulkanik, batuan sedimen, dan deposit aluvial (Suripin dan Helmi, 2015). Kota Semarang mengalami amblesan tanah yang intensif setiap tahunnya (Yulianti dkk, 2015). Salah satu penyebabnya adalah pengaruh faktor kompaksi/konsolidasi batuan di bawah permukaan yang diduga mempunyai keterkaitan dengan keberadaan lapisan lempung (Yuliyanti dkk, 2013). Penurunan tanah bukanlah fenomena baru bagi Semarang, yang telah mengalaminya sejak lebih dari 100 tahun (Abidin dkk, 2010). Penyebab utama dari amblesan tanah adalah pengambilan air tanah secara berlebihan, sejak manusia memiliki masalah dengan terbatasnya suplai air bersih di permukiman dan industri (Teartisup dan Kerdsueb, 2013). Kecamatan Semarang Utara memiliki kondisi geologis yang merupakan batuan aluvial dan lempung. Kondisi geologis ini sangat berpengaruh terhadap amblesan tanah yang terjadi saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan dominan terjadi pada kawasan industri dan pergudangan dengan persentase 49,99%. Hubungan antara perubahan penggunaan lahan dengan kepadatan penduduk selama kurun waktu 10 tahun mengalami perubahan yang sebanding artinya kedua variabel ini memiliki korelasi yang postitif. korelasi antara perubahan penggunaan lahan dengan Muka Air Tanah (MAT) memiliki korelasi yang positif Hubungan antara perubahan penggunaan lahan dengan amblesan tanah tidak memiliki hubungan karena keduanya memiliki periodesasi yang berbeda.

Geolological conditions in Semarang have three main rock units: volcanic rock, sedimentary rock and alluvial sediment. The Semarang underground layer consists of Tertiary Clay from Kalibiuk Formation (Sukhyar, 2003) Geologically Semarang City has three main lithologies: volcanic rock, sedimentary rock and alluvial deposit (Suripin and Helmi, 2015) .The city of Semarang is experiencing intensive land subsidence Year (Yulianti et al, 2015) .One of the causes is the influence of rocky surface compaction / consolidation factors that are suspected to be related to the presence of clay coatings (Yuliyanti et al, 2013). Land subsidence is not a new phenomenon for Semarang, which has experienced it for more than 100 years (Abidin et al, 2010). The main cause of soil subsidence is excessive groundwater extraction, since humans have problems with the limited supply of clean water in residential and industrial areas (Teartisup and Kerdsueb, 2013). North Semarang Subdistrict has geological condition which is alluvial and clay. This geological condition is very influential on the subsidence of land that occurs today. The results showed that the dominant change occurred in industrial area and warehousing with percentage 49.99%. The relationship between land-use change and population density over a 10-year period underwent a comparable change means that these two variables have a positive correlation. The correlation between land use change and Groundwater Face has a positive correlation The relationship between land use change and soil subsidence has no relationship because they have different periods.

Kata Kunci : Keyword: landsubsidence, geological condition, correlation, groundwater level, landuse change