Laporkan Masalah

EVALUASI PEMANFAATAN PROGRAM PEMBERIAN FORMULA 100 TERHADAP STATUS GIZI BALITA GIZI BURUK PASCA PERAWATAN DI KABUPATEN MUNA TAHUN 2016

RISKA MAYANGSARI, Prof. dr. Madarina Julia, MPH, Ph.D, Sp.A(K);Dr. Susetyowati, DCN,M.Kes

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

INTISARI Latar Belakang : Persentase balita kurus di Kabupaten Muna sebesar 11,8% dan balita sangat kurus sebanyak 6,3%. Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), perbaikan status gizi balita gizi buruk dilakukan dengan memperbaiki asupan zat gizi dengan memberikan formula terapi berupa pemberian F-100, dimana F-100 merupakan makanan yang berbahan dasar susu yang diberikan pada fase transisi dan fase rehabilitasi. Tujuan : Mengetahui daya terima F-100 oleh balita gizi buruk dan mengetahui hubungan daya terima F-100 balita gizi buruk dengan perubahan status gizi. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional yang menggunakan rancangan Kohort Prospektif. Sampel penelitian adalah seluruh balita umur 12-24 bulan yang mengalami gizi buruk berjumlah 73 balita yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Sampel penelitian mendapatkan F-100 selama 5 minggu.Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat.Hasil :Sebagian besar subjek(63,08%) termasuk dalam kategori daya terima baik dengan menghabiskan F-100 yang diberikan dan sisanya (36,92%) termasuk dalam kategori daya terima kurang dengan tidak menghabiskan F-100 yang diberikan. Hasil uji Chi Square menunjukan ada hubungan antara daya terima F-100 dengan perubahan status gizi (p=0,02) (RR=2,7; 95% CI=1,07-7,21). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara daya terima F-100 dengan perubahan status gizi balita (p<0,05)

ABSTRACT Background: The total percentage of underweight child in Muna District is 11,8% and the percentage of too skinny child is 6,3%. Asrecommended from World Health Organization (WHO),improvement in nutritional status of malnourished child is conductedby improving food supplementation.Giving therapeutic formula F-11, where F-100 is the food made from dairy products which given in the phase of transition and rehabilitation. Objective:To figure out the admission of F-100 by malnourished child and to find out the correlation between F-100 admission from malnourished child and the changing of nutritional status. Method: This research is an observational study using the design of prospective cohort study. The sample were the whole children aged 12-24 months who suffered malnutrition with the total number up to 73 children who have fulfilled the criteria of inclusion and exclusion. The study sample successfully obtained F100 for 5 weeks. The data analysis used is univariate and bivariate. Result: Most of the subjects are included in the category of well admission (63,08%) by spending given F-100 and the rests are included in the category of less admission (36,92%) by not spending the given F-100. The result of Chi Square Test shows that there is correlation between the admission of F-100 and the changing of nutritional status (p=0,02) (RR=2,7 , 95% CI=1,07-7,2). Conclusion: There is significant correlation between the admission of F-100 and the changing of child�s nutritional status (p<0,05)

Kata Kunci : Evaluasi,Status Gizi, F-100

  1. S2-2017-388212-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388212-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388212-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388212-title.pdf