Laporkan Masalah

Analisis Kebutuhan Pelayanan Angkutan Umum Perdesaan Berdasarkan Persepsi Responden (Studi Kasus : Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo)

DEVI PUSPITASARI, Dr.Eng. Imam Muthohar, S.T, M.T.

2017 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Pengguna angkutan umum dalam perkembangannya mengalami penurunan. Beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya penggunaan angkutan umum antara lain meningkatnya pengguna kendaraan pribadi, menurunnya kualitas pelayanan angkutan umum, serta kebutuhan rute perjalanan yang tidak terjangkau oleh trayek angkutan umum. Menurunnya penggunaan angkutan umum bukan hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga di perdesaan. Perencanaan pelayanan angkutan umum perdesaan dapat direncanakan salah satunya dengan mengidentifikasi kebutuhan layanan angkutan umum perdesaan (angkudes) berdasarkan persepsi masyarakat dan memproyeksikannya kedalam rencana layanan angkudes. Metode penelitian dilakukan cara mengidentifikasi karakteritik perjalanan masyarakat di perdesaan, menganalisis persepsi masyarakat terhadap layanan angkudes dan menganalisis kebutuhan pelayanan angkudes berdasarkan keinginan masyarakat. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif, analisis tabulasi silang (Crosstabs), dan analisis korelasi (Correlation) menggunakan bantuan perangkat lunak (software) SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perjalanan masyarakat perdesaan lebih banyak melakukan perjalanan di sekitar tempat tinggalnya. Masyarakat perdesaan sebanyak 74% responden menggunakan kendaraan sepeda motor untuk melakukan perjalanan sehari-hari. Meningkatnya penggunaan kendaraan sepeda motor, berdampak terhadap menurunnya pelayanan angkudes. Masyarakat perdesaan disisi lain merasa terbantu dengan keberadaan layanan angkudes di wilayah Kecamatan Nanggulan, akan tetapi tidak semua penduduk merasakan kemudahan untuk menjangkau layanan angkudes. Penggunaan angkudes yang menurun tidak membuat masyarakat perdesaan berpendapat bahwa angkudes tidak diperlukan, sebanyak 65,6% responden merasa angkudes penting dan tetap dibutuhkan. Masyarakat perdesaan sebanyak 56% responden juga bersedia menggunakan angkudes dengan catatan adanya peningkatan pelayanan angkudes. Peningkatan layanan angkudes meliputi kebutuhan jenis moda, rute layanan, waktu, dan kriteria layanan angkudes.

Users of public transportation have a declined. Factors that make a decrease in the use of public transportation is a growth of use of private transportation, the decrease of quality in public transportation and the need of route that is not reachable by public transportation. The decrease in the use of public transportation not only happening in urban but also in rural areas. Planning of rural public transportation services can be planned with identifying the needs of rural public transportation service (angkudes) based on public perception and applying into planning of rural public transportation services. The research methodology presented by identifying characteristic of people's travelling in rural areas, analyzing public perception of public transportation service and analyzes the needing of rural public transportation based of population demanding. This technique analyse using descriptive analysis, cross tabulation analysis (Crosstabs), and correlation analysis (Correlation) use software SPSS 23. The results of research shows that characteristic travelling of rural population is majority travelling in his neighborhood. Rural population as much as 74 percent of respondents using motorcycle vehicle to travel day-to-day. The rapid development use of motorcycle vehicle, has an impact on slowing rural public transportation services. Utility of rural public transportation service (angkudes) that decreasing, additionally do not make population villagers have determine the need of it is as does not needed anymore, according the result of analysis show that 65,6 percent respondent was feeling the importance of rural public transportation and still necessary, while 56 percent respondent of rural population also willing to using rural public transportation but they want the development in aspect of service quality. Based on assessment of respondents, required increased services rural public transportation covers the needs of the type of modal carriers, service route, time and service rural public transportation criteria.

Kata Kunci : kebutuhan, pelayanan, angkutan perdesaan, persepsi, minat / needs, service, rural public transport, perception, interest

  1. S2-2017-389163-bibliography.pdf  
  2. S2-2017-389163-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2017-389163-title.pdf