EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN TANGGUNGGUNUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG
DIANA RAHMAWATI, Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si
2016 | Tesis | S2 Administrasi PublikINTISARI Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pemberian uang tunai kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM) bersyarat dan tujuan pelaksanaan PKH dalam jangka panjang adalah menjaga kualitas hidup KSM, dengan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan kesehatan. Implementasi PKH sudah dilaksanakan di seluruh Kota/Kabupaten di Indonesia, namun pengimplementasiannya masih jauh dari harapan. Kabupaten Tulungagung menjadi anggota sejak pertama kali PKH diluncurkan yaitu sejak tahun 2007, dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung, kecamatan Tanggunggunung jumlah penduduk miskinnya sudah hampir ter-cover semua oleh PKH. Selain ingin mengetahui faktor yang mempengaruhi dalam PKH peneliti juga ingin mengetahui efektivitas implementasi PKH di kecamatan Tanggunggunung. Peneliti dalam studi ini menempatkan proses tahapan-tahapan kebijakan PKH sebagai pintu masuk untuk memberikan kritik pada efektivitas implementasi PKH sehingga diharapkan nanti dapat dilakukan perbaikan kebijakan berdasarkan temuan lapangan yang tidak dapat diprediksi oleh para pembuat kebijakan sehingga memberikan masukan kepada policy maker. Kerangka teori yang digunakan adalah efektivitas implementasi kebijakan dengan melihat pada tahapan proses implementasi PKH.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mempelajari masalah-masalah yang ada serta tata cara kerja yang berlaku. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Tanggunggunung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi langsung di lapangan serta menggunakan data sekunder. Hasil dari penelitian menunjukan efektivitas implementasi PKH di kecamatan Tanggunggunung kabupaten Tulungagung kurang efektif terbukti dari6 proses tahapan implementasi, ditemukan 4 (empat) temuan negatif dari tahapan pertemuan awal, pendataan penerima bantuan, verifikasi komitmen, dan pemutakhiran data. Tetapi, juga ada temuan positif yaitu tahap penyaluran bantuan dan pertemuan kelompok yang implementasinya berjalan efektif.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kurang efektifnya implementasi PKH antara lain; diskresi kebijakan, penyimpangan dalam tahapan pelaksanaan program, SDM, pendamping terlalu mengintervensi, kesalahan paradigma PKH. Saran peneliti untuk pemerintah melakukan perbaikan seperti program berjangka panjang, adanya kolaborasi antar aktor secara vertikal maupun horisontal untuk memiliki pemahaman yang sama, meluruskan paradigma tentang PKH, perlunya merumuskan kualifikasi dan diskresi para pendamping dan pemerintah harus mulai memperkuat sisi bawah kebijakan (street level bureaucrats).
ABSTRACT Program Keluarga Harapan (PKH) is a conditional cash transfer program for Poor Family (KSM) in Indonesia and the general purpose of PKH implementation is to maintain the life quality of KSM with improving the quality of human resources through education and health intervention in the long term. PKH has been implemented throughout Indonesia, but its implementation is still far away from starting expectations. Tulungagung District became a member since PKH was commenced firstly in 2007, from 19 districts in Tulungagung District, in Tanggunggunung sub-district, the number of poor people is almost covered by PKH. In addition, the research explored the factors which affect PKH implementation and research also measured qualitatively the effectiveness of PKH implementation in Tanggunggunung district. The researcher in this study applied the process of PKH stages as the entrance to stamp criticism for the effectiveness of PKH implementation. Therefore the result could be expected to improve the policy based from notably findings which could not be predicted by the policy makers before. The theoretical framework used in the effectiveness of policy implementation was based on at the phases of the PKH implementation process. The type of research was descriptive qualitative research. This research was conducted in Tanggunggunung sub-district. Data collection techniques were conducted with in-depth interviews and direct observation in the field and using secondary data. The result of the research shows that the effectiveness of PKH implementation in Tanggunggunung is less effective based on 6 stages of implementation process. The findings show 4 (four) negative result, they are initial meeting stage, beneficiary data collection, commitment in verification, and data update. However, there are also positive findings, namely the distribution of aid and group meetings whose implementation is effective. There are several factors which influence the effectiveness of PKH implementation, they are; policy discretion, deviations in the stages of program implementation, human resources, companions huge intervention, people excessive dependence to PKH. The researcher suggests to the government for improving long-term programs, they are: the collaboration between actors vertically and horizontally to have the equal understanding, straightening the paradigm of PKH, the need to formulate qualifications and discretion of the counselors and the government must start strengthening the bottom side of the policy (street level bureaucrats) as well.
Kata Kunci : Kata kunci: PKH, Efektivitas, Implementasi, Bottom-Up, Kabupaten Tulungagung