KAJIAN PENGEMBANGAN DESA PUSAT PERTUMBUHAN (DPP) DI WILAYAH PENGEMBANGAN PESISIR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DIMAS SUSTANUGRAHA, Prof. Dr. Sunarto, M.S;Dr. Andri Kurniawan, M. Si
2017 | Tesis | S2 GeografiSalah satu strategi pengembangan wilayah pedesaan adalah dengan pendekatan konsep Desa Pusat Pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui desa yang mempunyai potensi menjadi desa pusat pertumbuhan (DPP), (2) mengetahui prioritas komoditas unggulan kecamatan, (3) Merumuskan strategi pengembangan wilayah pengembangan pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pendekatan konsep desa pusat pertumbuhan (DPP). Metode penelitian ini akan menggunakan metode survey analisis dengan pendekatan kuantitatif disertai deskriptif analitis yang berbasis data primer dan sekunder. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah perencanaan pengembangan pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta terbagi kedalam 3 kawasan pengembangan (kabupaten) dengan 13 kecamatan dan 88 desa. Variabel untuk penentuan desa pusat pertumbuhan (DPP) merupakan penjabaran dari variabel KTP2D yaitu karakteristik potensi ekonomi dan potensi fisik yang terdiri dari: potensi penduduk, keterkaiatan antar wilayah (konektivitas), ketersediaan fasilitas pelayanan, dan ketersediaan prasarana pendukung kegiatan produksi dan jasa. Variabel dalam penentuan komoditas unggulan adalah indeks keunggulan yang terdiri dari indeks pemasaran, indeks sosial, indeks teknologi, dan indeks ekonomi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik klasifikasi dan skoring, Skalogram dan Indeks Sentralitas, Indeks Konektivitas, Indeks Unggulan Prioritas, SWOT. Berdasarkan analisis karakteristik potensi ekonomi desa dan potensi fisik mendukung pertumbuhan desa, penelitian ini menetapkan 6 (enam) desa yang teridentifikasi sebagai desa pusat pertubuhan (DPP), yaitu Desa Jangkaran, Desa Bugel, Desa Giripurwo, Desa Planjan, Desa Banjarejo, dan Desa Tepus. Karakteristik skala prioritas komoditas unggulan tingkat kecamatan yang dimiliki oleh DPP adalah komoditas unggulan prioritas, komoditas unggulan cukup, dan komoditas unggulan kurang prioritas. Komoditas unggulan prioritas setiap DPP adalah komoditas padi sawah, komoditas jagung, pohon jati dan komoditas ikan tangkap laut. Starategi pengembangan desa pusat pertumbuhan di wilayah pengembangan pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meningkatkan perekonomian serta memberikan multiplier effect ke desa hinterland adalah dengan mengembangkan kegiatan pokok dan potensial desa, meningkatkan sarana dan prasarana dasar, meningkatkan pengelolaan komoditas unggulan yang mempunyai keunggulan ditingkat kecamatan.
Growth center village approach is one of the most strategies for developing economy in rural region. The aims of this study encompass of (1) to observe villages which have potency to be growth centers villages, (2) to know primary commodities in sub-district level, (3) to establish the direction of development using growth centers village approach. This research uses analytical survey method with quantitatively and qualitatively descriptive analysis based on primary and secondary data. This study is located on coastal zone development and planning of Daerah Istimewa Yogyakarta Province. Variables of growth centers village can be adapted from variables of KTP2D namely characteristic of economic potential and physical potential which consists of population potential, inter-regional connectivity, availability of service facilities, and availability of infrastructure supporting production activities and services. Determination variables of priority plus of commodity are market index, social index, technology index, and economic index. This study uses several analyses consist of classification and scoring, scalogram and centers index, connectivity index, and priority plus index of commodity. Based on the characteristic analysis of the economic potential of the village and the physical potential of supporting the village growth, this study decided 6 villages identified as the growth center village (DPP) i.e. Jangkaran Village, Bugel Village, Giripurwo Village, Planjan Village, Banjarejo Village and Tepus Village . The priority characteristics of primary commodities in sub-district level owned by growth center village (DPP) are high priority of primary commodities, enough priority of primary commodities, and less priority of primary commodities. Priority of primary commodities in each growth center village (DPP) are rice field commodities, corn commodities, teak trees and marine fishery commodities. The strategy of developing the growth center village in the coastal area in Special Region of Yogyakarta to improve the economy and give multiplier effect to hinterland village is by developing the main and potential activities of the village, improving the basic facilities and infrastructure, improving the management of the primary commodities which have the superiority at the sub-district level.
Kata Kunci : Wilayah Pengembangan Pesisir, Desa Pusat Pertumbuhan, Prioritas Komoditas Unggulan, Strategi Pengembangan