Laporkan Masalah

Luwih Mbatheni: Rasionalitas Petani Padi Organik di Desa Banjararum

LARA WILIS, Dr. Laksmi A. Savitri, M.A.

2017 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Pertanian organik adalah sistem pertanian yang diusung sebagai sebuah bentuk kepedulian terhadap petani, lingkungan, dan kesehatan. Akan tetapi, gerakan pertanian organik ini bukan sistem yang dominan dipakai dalam budidaya padi di Indonesia. Oleh karena itu, pertanian organik kerap kali dipandang sebelah mata. Pertanian organik dianggap 'menyusahkan' petani karena petani perlu bekerja lebih berat dan produktivitas lahan akan menurun. Di balik kelebihan dan tantangan yang ada dalam sistem pertanian organik, ada petani yang tetap mengembangkan sistem ini. Karya akhir ini mencoba mendeskripsikan tentang perspektif pertanian organik dari sudut pandang petani. Pendeskripsian dilakukan dengan cara memahami proses produksi beras organik mulai dari budidaya padi hingga proses penjualannya. Deskripsi tidak hanya berupa deskripsi teknis akan tetapi memuat pandangan dan relasi petani yang berhubungan dengan proses produksi. Pendeskripsian dilakukan dalam rangka memahami faktor-faktor pendorong petani memproduksi beras organik meskipun menghadapi tantangan-tangan dalam prosesnya. Pertanian organik yang menawarkan kesejahteraan petani juga menjadi sebuah pasar alternatif bagi petani. Ini disebabkan oleh kesempatan dan peluang yang ditawarkan pertanian organik. Dorongan tersebut berasal dari luar petani yang menimbulkan rasionalisasi petani. Proses tersebutlah yang akan menjadi bagian dalam karya akhir ini. Penelitian dilakukan di Desa Banjararaum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Di Desa Banjararaum terdapat setidaknya dua kelompok petani organik yang dapat menjadi sumber pemahaman mengenai bagaimana petani memandang pertanian organik.

Organic farming is farming system which is carried as a form of concern towards farmers, environment, and health. However, this organic farming movement is not a dominant agriculture system in Indonesia. Therefore, organic farming is often underestimated. Organic farming is considered 'troublesome' to farmers because they need to work harder and the land's productivity will decrease. Behind those advantages and disadvantages in organic farming system, there are farmers who are developing this system. This final thesis tries to describe organic farming from the farmer's point of view. Descriptions done by understanding organic rice production process start from rice cultivation until the sales process. The descriptions are not just technical descriptions but also contain farmer's perspectives and farmer's relations which relate to the production process. The descriptions are done in order to understand farmer's driving factors to produce organic rice despite the challenges in the process. Organic farming which offers farmer's welfare is also a alternative market for farmers. This caused by its opportunities. Those drives came from the external side of farmers which create farmers rationalization. This process will take part in this final thesis. The research were done in Banjararum village, Kalibawang sub district, Kulon Progo regency, DIY. In Banjararum village there are two organic farmers group which become the source of understanding in how farmers see organic farming.

Kata Kunci : Pertanian Organik, Rasionalisasi Petani, Desa Banjararum/ Organic Farming, Farmers Rationalization, Banjararum Village