Laporkan Masalah

Pelatihan "Menjadi Orangtua Efektif" Untuk Meningkatkan Kemampuan Manajemen Konflik Pada Orangtua

DAWUH NASIH LAKSANI, Dr. Maria Goretti Adiyanti, M.S., Psikolog

2017 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Orangtua cenderung memiliki konflik yang besar dengan remaja. Pada tahap remaja, anak mulai melepaskan kebergantungan dengan orangtuanya. Orangtua ingin terus mempertahankan otoritasnya. Orangtua perlu memiliki strategi untuk dapat mengatasi konflik ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kemampuan manajemen konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Menjadi Orangtua Efektif (MOE) terhadap kecenderungan kemampuan manajemen konflik pada orangtua yang memiliki remaja. Partisipan penelitian terdiri dari 20 orang ibu-ibu, yang kemudian dibagi secara acak (random assignment) ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol (KE= 10 orang, KK= 10 orang). Desain penelitian ini adalah the untreated pretest-postest control group design. Analisis data menggunakan uji Anava Dua Jalur untuk melihat perbedaan tingkat kecenderungan kemampuan manajemen konflik pada kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil uji statistika dengan Anava Dua Jalur dengan repeated method menunjukkan nilai F sebesar 31,393 (p< 0,05), yang berarti ada perbedaan yang signifikan pada perubahan antara skor pretest dan posttest pada grup eksperimen dan kontrol. Hal ini menunjukkan pelatihan Menjadi Orangtua Efektif (MOE) dapat meningkatkan kecenderungan kemampuan manajemen konflik pada orangtua.

Parents tend to have great conflicts with teenagers. In the adolescent stage, children begin to decrease their dependence with their parents. Parents want to continue to maintain their authority. They need to have a strategy to manage this conflict. One of the efforts that can be done is to improve the conflict management skill. This study aims to determine the effect of Menjadi Orangtua Efektif (MOE)Training on the tendency of conflict management skill in parents with teenagers. The study participants consisted of twenty mothers, who were then randomly assigned to the experimental and control group. The design of this study was the untreated pretest-postest control group design. The data were analysed used Anava Two Way test to see difference of level of tendency of conflict management ability in experiment and control group. The result of statistical test with Two Way Anava with repeated method showed that F value was 31,393 (p <0,05), which meant that there was a significant difference on the change between pretest and posttest score in experiment and control group. This shows that Menjadi Orangtua Efektif (MOE) Training can increase the tendency of parent conflict management abilities.

Kata Kunci : pola asuh, manajemen konflik, Pelatihan Menjadi Orangtua Efektif (MOE)/ : parenting, conflict management, Menjadi Orangtua Efektif (MOE)

  1. S2-2017-308715-abstract.pdf  
  2. S2-2017-308715-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-308715-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-308715-title.pdf