Laporkan Masalah

TINGKAT KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS OBSTETRI PADA CODING MANUAL RSIA SAKINA IDAMAN YOGYAKARTA DIBANDINGKAN DENGAN CODING ELEKTRONIK RS HERMINA YOGYA

TAHARANI EVA I, NURYATI, S.Far., M.P.H.

2017 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS SV

ABSTRAK Latar Belakang: Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit, dokter dan dokter gigi yang berpraktek wajib membuat rekam medis. Rekam medis harus dibuat secara tertulis, lengkap dan jelas baik dalam bentuk kertas atau secara elektronik. Pada studi pendahuluan yang dilaksanakan di dua rumah sakit, keduanya menerapkan instrumen yang berbeda dalam kegiatan coding. RSIA Sakina Idaman masih menjalankan sistem coding manual dan RS Hermina Yogya telah menjalankan sistem coding elektronik. Meskipun instrumen yang digunakan oleh kedua rumah sakit tersebut berbeda, seharusnya tetap menghasilkan kode akhir yang sama mengingat kedua rumah sakit menggunakan dasar yang sama dalam melakukan proses pengkodean, yaitu menggunakan ICD-10. Oleh karena itu penulis ingin meneliti tingkat keakuratan kode yang dihasilkan oleh masing-masing rumah sakit khususnya pada kasus obstetri. Tujuan: Mengetahui persentase keakuratan kode diagnosis pada kasus obstetri yang dilakukan dengan coding manual di RSIA Sakina Idaman Yogyakarta dan coding elektronik di RS Hermina Yogya sesuai dengan ICD-10 edisi 2010. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan metode cross sectional. Populasi pada penelitian adalah berkas rekam medis pasien kasus obstetri pada rentang waktu Januari-Juni 2016. Hasil: Dari sampel yang diambil sebanyak 98 BRM di RSIA Sakina Idaman Yogyakarta dan 93 BRM di RS Hermmina Yogya, dengan diagnosis yang sama, tingkat keakuratan kode diagnosis obstetri untuk coding manual di RSIA Sakina Idaman sebesar 20.83%. Sedangkan tingkat keakuratan kode diagnosis obstetri pada coding elektronik di RS Hermina Yogya lebih tinggi yaitu 52.94%. Kesimpulan: Perbedaan instrumen dan tingkat ketelitian coder dalam kegiatan coding mengakibatkan perbedaan tingkat keakuratan kode yang dihasilkan oleh coder meskipun kedua rumah sakit tempat penelitian sama-sama menggunakan ICD-10 sebagai dasar kegiatan coding. Kata kunci: coding, pengodean, obstetri, coding manual, coding elektronik.

ABSTRACT Background: In order to do a good healthcare practice in hospital, doctor and dentist who practice must make medical records for each patient. Medical record should be in writting, complete and clear in either paper or electronically. In a preliminary study conducted at two hospitals, the two applied different instruments in the coding activity. RSIA Sakina Idaman still runs manual coding system and RS Hermina Yogya has run electronic coding system. Although the instruments used by the two hospitals are different, they should still produce the same final code as both hospitals use the same basis in the coding process, using ICD-10. Therefore, the authors want to examine the level of accuracy of the code generated by each hospital, especially in obstetrics cases. Objetive:To know the percentage differences of accuracy in obstetric diagnose codes in case done by manual coding in RSIA Sakina Idaman Yogyakarta and electronic coding in RS Hermina Yogya using ICD-10 in 2010 edition. Research Method: This research uses descriptive survey research type with quantitative approach. The research design using cross sectional method. The population in this study were medical records of obstetric patients in the period of January-June 2016. Result: From the sample taken as 98 medical recods at RSIA Sakina Idaman Yogyakarta and 93 medical records at RS Hermina Yogya, by the same diagnoses, the accuracy of obstetric diagnosis code for manual coding at RSIA Sakina Idaman is 20.83%. While the accuracy of obstetric diagnosis code in electronic coding in RS Hermina Yogya is higher, that is 52.94%. Conclusions: Differences in instrument and a coder’s preciseness in coding activities resulted in differences in the degree of code accuracy produced by the coder even though both hospitals used ICD 10 as the basis for coding activities. Keywords: coding, obstetrics, manual coding, electronic coding.

Kata Kunci : coding, pengodean, obstetri, coding manual, coding elektronik.

  1. D3-2017-370012-abstract.pdf  
  2. D3-2017-370012-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-370012-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-370012-title.pdf