PERILAKU ADAPTASI PENGUNJUNG DOMESTIK TERHADAP ELEMEN FISIK AREA ZONA DUA KAWASAN WISATA CANDI BOROBUDUR
MARCELINA CHINTIA , Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D;Prof. Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D;Ir. Ismudiyanto, MS
2017 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturCandi Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata cagar budaya di Indonesia mengalami peningkatan pengunjung dari tahun ke tahun. Daya dukung fisik bangunan semakin lama semakin tidak mampu menampung peningkatan pengunjung tersebut. Perilaku pengunjung cenderung memberikan dampak yang kurang baik terhadap kawasan. Perbedaan kebutuhan konservasi dan kebutuhan akan kunjunganmenjadi masalah yang melekat pada kawasan ini. Penelitian ini mengeksplorasi perilaku adaptasi pengunjung di area Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi perilaku yang terjadi pada pengunjung dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terbentuknya perilaku adaptasi tersebut. Perilaku adaptasi dibagi menjadi 3 kategori yaitu perilaku adaptasi dengan penyesuaian (adaptation by adjustment),perilaku adaptasi dengan reaksi (adaptation by reaction), dan perilaku adaptasi dengan penarikan diri (adaptation by withdrawal). (Altman et all, 1980). Faktor-faktor yang berpengaruh dilihat berdasarkan aktivitas pengunjung yang terjadi di dalam kawasan. Penelitian ini diselesaikan dengan menggunakan gabungan metode kualitatif melalui pemetaan perilaku (Behavioral Mapping) untuk menentukan perilaku adaptasi melalui analisis spasial, dan didukung dengan metode kuantitativ melalui skala likert dalam kuesioner untuk mengetahui opini pengunjung di dalam kawasan mengenai kondisi fisik kawasan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas pengunjung di dalam kawasan Candi Borobudur cenderung untuk melakukan perilaku adaptasi reaksi. pengunjung cenderung untuk berreaksi terhadap keberadaan elemen-elemen fisik di dalam kawasan dan mengapresiasi keberadaannya dengan berfoto, menikmati, dan menggunakannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku adaptasi dibagi menjadi 2 yaitu faktor pengunjung yang terdiri dari jumlah orang dalam kelompok dan jenis kelamin, dan faktor kawasan yang terdiri dari kondisi papan penanda (penanda) dalam kawasan, dan karakter fisik kawasan. Berdasarkan kesimpulan tersebut, terdapat 2 kemungkinan yang bisa dilakukan untuk mengelola lonjakan pengunjung di dalam kawasan, yaitu mempercepat arus sirkulasi pengunjung, atau menghambat arus sirkulasi pengunjung sehingga sirkulasi pengunjung di dalam area terjadi secara bertahap, atau menghambat pengunjung untuk tidak naik ke zona 1 dengan meningkatkan faktor penarik aktivitas pengunjung di dalam area amatan sehingga tanpa harus naik ke candi, pengunjung sudah mendapatkan semua informasi yang diharapkan didapat ketika naik ke candi.
Borobudur Temple as a heritage tourist destination in Indonesia has an increasing number of tourists since a few years ago. The carrying capacity of this area are becoming overloaded. Visitor behavior tend to have a negative effect to the site. Therefore, conflict between conservation needs and visitors needs are becoming the main problem of this site. This research explore the adaptive behavior in the Tourism Park Area of Borobudur Temple, Magelang, Central Java. The objective are finding the behavior variation happen to visitors and factors that driven those adaptive behaviors. These adaptive behaviors are divided into 3 categories, which are adaptation by adjustment, adaptation by reaction, and adaptation by withdrawal (Altman et all, 1980). Some determining factors that affect by visitor activity can be happening on the site. This research is conducted by using combine method. Qualitative method using behavioral mapping to determine adaptive behavior through spatial analysis, and support by quantitative method with likert scale applied in the questionnaire to find visitors opinion that happen on site. Research finding presented by the majority of visitor in Borobudur site tend have adaptive behavior by reaction. Visitor tend to react to physical elements on site and using appreciative action by taking pictures, enjoying and using the site as background. There are two factors affecting these adaptive behavior, which are visitors factors determine by number of members and gender, and site factor determine by on site signage and its physical characteristic. Base on the conclusion above, there are two possibilities that can be execute to manage the increasing number of visitors in this site, by speeding up or blocking visitors circulation flow. By blocking the circulation flow it is aimed to make gradual circulation flow, or preventing visitor to reach the main zone by increasing visitors activities trigger in observed area, by providing vast information and numerous activities without touching the main area.
Kata Kunci : Borobudur, adaptasi, reaction, adjustment, withdrawal