THE IMPACT OF PATIENT COUNSELING ON KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND BEHAVIOR REGARDING DRIVING UNDER THE USE OF MEDICINES IN BARITO KUALA REGENCY OF KALIMANTAN SELATAN
YUDI HARDI SUSILO, Prof. Agung Endro Nugroho, M.Si., Ph.D., Apt;Prof. Dr. Sugiyanto, S.U., Apt;Prof. Dr. Rosnani Hashim (Malaysia)
2017 | Tesis | S2 Magister Farmasi KlinikLatar belakang: Apoteker berperan penting untuk melakukan konseling dalam hal pengetahuan, sikap, dan perilaku (PSP) pasien yang menggunakan obat-obatan saat berkendara. Metode: Sebanyak 200 pasien puskesmas di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan selama periode penelitian 9 Januari 2017 hingga 6 Maret 2017 telah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 100 pasien kelompok konseling dan 100 pasien kelompok non-konseling. Sebuah kuesioner yang telah divalidasi dalam penelitian kuasi-eksperimental dengan desain post-test-only using non-equivalent group ini digunakan untuk mengakses pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien. Konseling disampaikan secara oral disertai pemberian leaflet tentang penggunaan obat-obatan saat berkendara kepada pasien. Data pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien yang diperoleh dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Ranks Test. Hasil: Skor perilaku dalam kelompok konseling lebih tinggi bila dibandingkan dari kelompok non-konseling dengan nilai signifikansi p-value kurang dari 0,001. Skor perilaku pasien untuk mengubah frekuensi dalam berkendara meningkat secara bermakna dari 1,16 + 0,03 menjadi 1,50 + 0,50 (p<0,001). Skor perilaku pasien untuk mengubah penggunaan obat juga meningkat secara bermakna dari 1,18 + 0,39 menjadi 1,53 + 0,50 (p<0,001). Sementara itu, skor pengetahuan dan sikap dalam kelompok konseling tidak menunjukkan adanya dampak positif yang bermakna bila dibandingkan dengan kelompok non-konseling. Kesimpulan: Konseling pasien berhasil menaikkan skor perilaku secara bermakna. Apoteker yang memberikan edukasi kepada pasien memberikan perbaikan yang positif terhadap perilaku pasien yang menggunakan obat-obatan saat berkendara. Edukasi pasien di masa mendatang diharapkan bisa juga bisa meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pada pasien yang menggunakaan obat-obatan saat berkendara dengan metode yang konseling yang tepat.
Background: There was an important role for pharmacists to counsel the patients on knowledge, attitude, and behavior (KAB) regarding driving under the use of medicines. Method: A total of 200 patients in Barito Kuala Regency of Kalimantan Selatan during the research period from January 9th, 2017 until March 6th, 2017 were selected based on the inclusion and exclusion criteria. Of which, 100 patients were in counseling group and 100 patients were in control group. Validated questionnaire in a quasi-experimental method with post-test-only using non-equivalent group design were used to access knowledge, attitude, and behavior of the patients. The patient counseling was provided to the patient orally and then the patient information leaflet regarding driving under the use of medicines was issued to the patient in counseling group. The obtained data of the knowledge, attitude, and behavior of the patients were subjected to statistical analysis using Wilcoxon Signed-Ranks test. Result: The mean score of behavior in counseling group was greater when compared to non-counseling group with significant of p-value less than 0.001. The behavior score in change frequency in driving significantly increased from 1.16+0.37 to 1.50+0.50 (p<0.001). The behavior score in change the use of medicines also significantly increased from 1.18+0.39 to 1.53+0.50 (p<0.001). Meanwhile, the scores of knowledge and attitude in counseling group had no significantly positive impact when compared to non-counseling group. Conclusion: Based on the result, the patient counseling has succeeded in raising the behavior scores. The pharmacist provided patient education showed a positive improvement in patient behavior regarding driving under the use of medicines. Future education is recommended to improve the knowledge, attitude, and behavior regarding driving under the use of medicines by appropriate method for patients.
Kata Kunci : Patient Counseling, KAB, Driving and Medicines