Analisis Dampak Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1 /POJK.05/2016 Terhadap Manajemen Portofolio Pada Lembaga Keuangan Non Bank
HERWIN SURAJMAN P, Prof. Jogiyanto Hartono M, M.B.A., M.Com; I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.d.; Sri Handaru Yuliati,Dra., M.B.A.
2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTATujuan penelitian ini adalah untuk menentukan portofolio Optimal pada lembaga keuangan non bank dampak dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.05/2016 tentang Investasi Surat Berharga Negara Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. Peraturan tersebut memberikan aturan kewajiban bagi lembaga jasa keuangan non-bank untuk investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) serta batas waktu yang berikan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga saham yang termasuk saham LQ 45, SBN dan obligasi korporasi serta tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), dengan periode penelitian mulai dari Januari 2014 sampai dengan Oktober 2016. Hasil penelitian menyatakan bahwa portofolio yang optimal tanpa adanya batasan minimal instrumen SBN adalah alokasi aset saham LQ45 sebesar 18,84%, obligasi korporasi 41,14% dan surat berharga negara sebesar 40,02%, imbal hasil sebesar 1,245% dan deviasi standar sebesar 1,14%, sedangkan dengan aturan minimal SBN 50% alokasi aset saham sebesar 20,39%, obligasi korporasi 29,61% dan SBN sebesar 50%, imbal hasil sebesar 0,926% dan deviasi standar sebesar 1,64%.
The objective of this research is to calculates optimum portofolio of non bank financial institution comply to Financial Service Authority of Indonesia (Otoritas Jasa Keuangan/OJK) regulation number 1/POJK.05/2016 concerning investment on Indonesia Government Bond for non bank financial institution. The regulation required non bank financial institution to invest on Indonesia Government Bond within specified time period. Data used on this research are stock price of LQ45, government bond and corporate bond, and BI Rate on January 2014 to October 2016 The optimum portofolio, without the requirement of minimum owned government bond, achived on asset allocation of 17.30% on stock LQ45, 42.02% on corporate bonds, 40.68% on government bond with 1.25% return and standart deviation 1.14%. Comply to requirement of minimum 50% on goverment bond, optimum portofolio achived on asset allocation of 13.35% stock LQ45, 36.47% on corporate bond, 50% on government bond with 1.20% return and 0.96 standard deviation.
Kata Kunci : Kata kunci,Saham LQ45, Obligasi korporasi, SBN, Portofolio optimal, return