Laporkan Masalah

PEMANFAATAN DANA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DALAM UPAYA KESEHATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF DI KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2015-2016

ADLI YUZAR, Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) adalah kebijakan bantuan dari pemerintah pusat untuk implementasi program di daerah yang dapat digunakan sebagai tembahan dana operasional untuk program prioritas seperti promotif dan preventif. Kabupaten Aceh Selatan terjadi peningkatan anggaran BOK dari tahun 2015-2016 sebesar 90,56%, secara global berdasarkan total alokasi anggaran kesehatan yang diterima puskesmas anggaran BOK yaitu 17,05% tahun 2015 dan 16,30% tahun 2016. Pembuatan prioritas penting agar dana ini memiliki manfaat yang lebih besar bagi penduduk. Pertimbangan-pertimbangan prioritas yang dipakai selama ini adalah atas dasar permintaan dari pelaksana program di Puskesmas, termasuk yang diakui sebagai bagian dari lokakarya mini serta didasarkan aturan yang sudah rinci dan nomenklatur kegiatan yang sudah ditetapkan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pemanfaatan dana BOK dalam upaya kesehatan promotif dan preventif di Kabupaten Aceh Selatan tahun 2015-2016. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang menggunakan metode pendekatan kualitatif. Hasil : Pemanfaatan dana BOK dalam upaya kesehatan promotif dan preventif tahun 2015-2016 melebihi 60%, dimana Upaya Kesehatan Gizi memiliki alokasi terbesar pada tahun 2015 sedangkan tahun 2016 yaitu Upaya Kesehatan Neonatus dan Bayi. Dana yang dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan sulit dilakukan penilaian apakah benar-benar di perlukan dan penilaian keberhasilan program bergantung pada apakah kegiatan dilaksanakan atau tidak. Dana BOK memiliki sistem pelaporan kegiatan pemanfaatan bersifat administratif dalam pencairannya serta kurangnya tanggung jawab pelaksana kegiatan dalam membuat laporan. Prioritas masalah dilakukan dengan melihat capaian cakupan bulanan serta dilakukan Brainstorming. Keterbatasan kompetensi, jumlah, dan double job membuat puskesmas mengeluarkan kebijakan dengan menyediakan satu orang staf pendamping yang membantu pengelola keuangan puskesmas. Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan dana BOK di tingkat manajemen program lapangan adalah pelaksanaan program di Puskesmas masih menganut item kegiatan. Dana BOK digunakan untuk kepentingan masyarakat dengan transparansi. Kesimpulan : Pemanfaatan dana BOK di Kabupaten Aceh Selatan belum bisa dikatakan efektif karena pemanfaatan dana BOK harus dilihat secara menyeluruh dengan program kesehatan yang diperbantukan, kami mengusulkan program yang diperbantukan harus dikelola secara profesional sehingga dana BOK dapat dinilai lebih rinci.

Background: Health Operational Assistance (HOA/BOK) is central government policy for program implementation in other area that could be used to supplement operational fund of priority programs such as promotion and prevention. In South Aceh District, there is an increase of BOK fund from 2015-2016 as big as 90.56%, globally according to total health fund received by primary health centers BOK fund is 17.05% in 2015 and 16.30% in 2016. Formulating priority is important so that this fund has greater benefit for public. Consideration for priority so far are based on the request from program implementer in primary health center, including ones acknowledge as part of mini workshop and based on detailed rules and defined activity nomenclature Objective: To observe utilization of BOK funds in promotion and prevention health effort in South Aceh District during 2015-2016. Methods: This study is a descriptive research with case study design using qualitative method approach. Result: BOK funds utilization in promotive and preventive health effort during 2015-2016 exceeds 60%, where Nutrition Health Program has the largest allocation in 2015 and Neonates and Infant Health Program in 2016. It is hard to assess whether the funds allocated really necessary and assessing success of the program depends on whether the activity is held or not. BOK funds have reporting mechanism was only done administratively and lack of responsibility from the organizer in composing these reports. Priority of problems ranked by viewing monthly target achieved and brainstorming. Limitation of competence, number, and double job force primary health center to create a policy by providing one accompanying staff to help their financial management. Problems faced in BOK fund utilization in program management level is because programs implementer still adheres to activity items. BOK funds utilized for publics interest with transparency. Conclusion: BOK utilization in South Aceh District is not yet effective because it should be viewed thoroughly along with health programs supported; we propose that the health programs supported should be managed professionally so that BOK funds could be evaluated precisely

Kata Kunci : Pemanfaatan, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Promotif dan preventif, utilization, Health Operational Assistance (BOK), promotion and preventif

  1. S2-2017-388049-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388049-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388049-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388049-title.pdf