KAJIAN YURIDIS DAN BIOETIS PENGENDALIAN PENYAKIT ZOONOSIS RABIES DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
AGI TIARA, Wahyu Yun Santosa, S.H., M.Hum., LL.M
2017 | Tesis | S2 Hukum KesehatanRabies merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena cara penyebarannya yang cepat dan dampaknya yang fatal yaitu kematian, Pemerintah menjadikan Pengendalian Rabies sebagai salah satu prioritas di dalam kerangka kebijakan Kesehatan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu dari 10 provinsi berhasil mempertahankan status Wilayah Bebas Rabies sejak tahun 1997 namunProvinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi yang beresiko tinggi untuk terjadi Rabies mengingat peredaran hewan penular rabies yang tinggi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan penelitian yuridis empiris yakni penelitian dengan melakukan studi pustaka dan penelitian lapangan. Studi pustaka dilakukan dengan menelaah dokumen-dokumen yang ada baik buku, laporan, penelitian, jurnal dan peraturan perundang-undangan, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan melakukan wawancara dengan narasumber dan pengamatan terhadap kondisi di lapangan dengan seakurat mungkin dan dapat dipertanggung jawabkan. Pengendalian rabies yang dilakukan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta difokuskan pada pengendalian hewan penular rabies mengingat dalam 10 tahun terakhir tidak didapati kasus kematian pada pasien manusia akibat gigitan hewan penular rabies. Dari segi yuridis dan bioetis ditemukan berbagai permasalahan mengenai cara-cara pengendalian rabies, misalnya otonomi untuk imunisasi, euthanasia pada hewan dan penanganan terhadap pasien yang sudah terkena gigitan rabies. Pengendalian Rabies sendiri dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia dengan mengedepankan komunikasi antara instansi-instansi terkait yang bertanggung jawab dalam penanggulangan dan pengendalian penyakit zoonosis.
Rabies has been one of the most dangerous zoonosis disease in the world. In Indonesia, 24 from 34 Province were endemically infected with Rabies. In 2013, there were 199 deaths related to Rabies. Because of its deadly nature and rabid infections, Rabies has always been a part of Indonesian health policy framework. The Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Province had successfully retain its status as a Rabies Free Region since 1997, despite of its high-risk nature considering the amount of carriers roaming in DIY. The method used for this research was by doing a Juridical Empiric research, consists by combining literary review on available documents such as books, legal code, journals, article and any kind of literature available with interviews and field observation of such subjects. Rabies control in DIY were focused in the carrier surveillance, because there were no records of Human Rabies in the last 10 years. From legal and bioethical point of view, this raises questions on how the immunization and vaccination were done, how to put down suspected carriers and how to deal with human rabies patients. Even so, based on the research itself, the main factor of DIY success in controlling rabies albeit of its high risk is the commitment to follow legal procedures stated in disease control law and the communication between each government department involved in controlling rabies.
Kata Kunci : Rabies, Pengendalian, Zoonosis, Daerah Istimewa Yogyakarta