PENGAWASAN (PEREDARAN OBAT SECARA ONLINE) OLEH BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BBPOM) di YOGYAKARTA
ELVA NOOR ENDAH ROSM, R.A. Antari Innaka T., S.H., M.Hum
2017 | Tesis | S2 Hukum KesehatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengawasan (peredaran obat secara online) oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta, khususnya berkaitan dengan upaya yang dilakukan dan hambatan yang dihadapi BBPOM di Yogyakarta, serta mengetahui peran BBPOM di Yogyakarta dalam pengawasan peredaran obat secara online di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara dengan responden maupun narasumber, sedangankan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Responden pada penelitian ini dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu responden utama (pihak Balai Besar POM di Yogyakarta) dan responden pendukung (masyarakat/ konsumen). Narasumber pada penelitian ini adalah Akademisi Farmasi, Akademisi Hukum Telematika dan Akademisi Hukum Administrasi Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Balai Besar POM di Yogyakarta dalam melakukan pengawasan belum optimal dan belum seutuhnya dilaksanakan, sebab belum memiliki mekanisme pelaporan khusus yaitu terkait proses penanganan pengaduan konsumen tentang peredaran obat online, serta kurangnya efektifitas tindak lanjut penanganan pengaduan konsumen. Kemudian hambatanya adalah kurangnya kesadaran hukum bagi masyarakat/ konsumen dalam hal melaporkan tindakan pelanggaran peredara obat ilegal, belum jelasnya kewenangan dan tupoksi lintas sektor dalam kerjasama terkait dengan pengawasan peredaran obat online.
Relating to preparation of pharmaceutical materials, the public has given the opportunity by the government to process, produce, distribute, develop, improvement and use of the particular pharmaceutical materials, which is its benefit and safety could be accounted for. This has become the responsibility of BPOM in monitoring, especially the distribution of online drugs in social media and internet. This research aims to examine the effort undertaken and the obstacle faced by BBPOM in Yogyakarta. Also, this study is to determine the role of BBPOM in Yogyakarta. This study uses qualitative method with empirical juridical approach. The collecting primary data conducted by interview with respondent and the secondary data obtained from library research. The respondent divided into two groups. They are the main respondent who comes from BBPOM and the respondent who comes from the consumer. The key speakers are pharmacist, telematics law academician and administrative law academician. The result of this study shows that the effort that undertaken by BBPOM in Yogyakarta in conducting monitoring of drugs distribution has not been optimal and fully. It is due to there is no reporting mechanism of consumer complaint handling procedure relating to online drug distribution, as well as ineffective of follow-up procedure. The obstacles that faced by BBPOM are the lack of legal awareness of the consumer in reporting illegal drugs distribution, unclear of status and inter-sector responsibility related to online drug distribution.
Kata Kunci : Pengawasan, Peredaran, Obat, Online