Laporkan Masalah

Analisis Sumber Penghidupan Nelayan Desa Jangkaran Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo

FAHMI SARI AGUSTINA, Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D. ; Anes Dwi Jayanti, S.Pi., M.Agr. ; Ir. Hery Saksono, M.A.

2017 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBER DAYA PERIKANAN

Kegiatan penangkapan ikan bergantung pada alam dan dipengaruhi oleh musim, sehingga nelayan perlu melakukan strategi adaptasi untuk menanggulangi penghasilan yang tidak menentu. Pemanfaatan aset-aset penghidupan yang dimiliki dapat membantu nelayan dalam melakukan strategi penghidupan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aset-aset penghidupan yang dimiliki nelayan, permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaannya, dan strategi pemanfaatan aset untuk menunjang penghidupan nelayan Desa Jangkaran Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2017 dengan metode survei. Total responden sebanyak 33 nelayan yang berkedudukan sebagai juragan, tekong, dan ABK dan merupakan seluruh anggota nelayan yang aktif melakukan kegiatan penangkapan ikan. Aset-aset yang dimiliki dan paling banyak dimanfaatkan oleh nelayan dalam strategi penghidupan adalah aset alam berupa sumber daya ikan (100% responden), aset fisik berupa rumah dan kendaraan (100% responden), aset manusia berupa pelatihan/penyuluhan anggota nelayan (82% responden), aset finansial berupa tabungan (100% responden), dan organisasi/kelompok masyarakat (100% responden). Permasalahan utama yang dihadapi oleh nelayan adalah angin, gelombang, dan musim paceklik (100% responden). Tantangan lain yang teramati dalam masyarakat nelayan yaitu konflik sosial dan alam. Pemanfaatan aset manusia merupakan strategi utama yang dilakukan nelayan dalam menghadapi kerentanan, yaitu dengan diversifikasi pekerjaan (79% responden) sebagai petani, sopir, atau pekerja bangunan. Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia perlu dilakukan seiring dengan penguatan kapasitas kelembagaan kelompok dalam aset sosial untuk mewujudkan penghidupan yang berkelanjutan.

Fishing activities depends on nature and were influenced by seasons, so that fishermen need to do adaptation strategies to cope with uncertain income. The optimal uses of livelihood assets are important to ehance sustainable fisher livelihood. The main aims of this study were to understand the livelihood assets of fisher, their problems and management, and strategies to utilize the available assets to support the sustainable livelihood of fisher in Jangkaran Village, Temon Sub-district, Kulon Progo Regency. The field survey was conducted during January to March 2017 using survey method. The total respondent of 33 active fisher who are holding the position as skippers, ship drivers, and crews were selected as main respondents. Fishery resources became the main natural asset which were the most used by the fishermen as livelihood resources (100% respondents). Physical assets that owned by respondents mainly house and vehicles (100 % respondents). Most respondents joined training in fisheries related activities (82% respondents) and it is become the main human asset. Fisher also have financial assets such as saving (100% respondents) and social assets such as fishery organisation (100% respondents). The main problems which were faced by the respondents were the unpredictable season, heavy wind and wave (100% respondents). Another challeges in fishermen society were social conflict and nature. Utilization of human assets was the main strategy which was done by the fishermen to overcome vulnerability, by jobs diversification (79%) as a farmer, driver, or constructor laborer. Increasing the capacity of human assets need to be done in order to empowering the capacity of an organization in social assets to meet the sustainable livelihood.

Kata Kunci : aset, nelayan, penghidupan, permasalahan, strategi / assets, fishermen, livelihood, problems, strategies

  1. S1-2017-352814-abstract.pdf  
  2. S1-2017-352814-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-352814-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-352814-title.pdf