Peran Job Insecurity terhadap Intensi Turnover yang dimediasi oleh Hope
LAILI QOMARIYAH, Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog
2017 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiOrganisasi harus terus melakukan penyesuaian dengan kondisi eksternal dan internal untuk tetap dapat menjadi organisasi yang kompetitif. Kondisi eksternal yang terjadi saat ini adalah adanya perubahan kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi industri di Indonesia. Hal ini membuat organisasi terus harus melakukan penyesuaian yang berdampak pada pengurangan jumlah karyawan dan penurunan premi produksi. Karyawan yang masih tinggal di organisasi (survivors) merasa bingung dan takut dengan kondisi organisasinya sehingga muncul keinginan untuk keluar dan pindah pada organisasi yang lain yang disebut dengan intensi turnover. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yaitu dengan cara menyebarkan skala yang terdiri atas skala intensi turnover, skala hope, dan skala job insecurity. Subjek penelitian ini berjumlah 129 karyawan dari PT. X yang merupakan sebuah industri baja di Sidoarjo Jawa Timur. Data dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM) model mediasi dengan menggunakan AMOS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hope mampu menjadi mediator secara penuh pada hubungan antara job insecurity terhadap intensi turnover. Job insecurity dan hope mampu menjelaskan intensi turnover sebesar 42,6%. Job insecurity berpengaruh secara signifikan terhadap hope dengan nilai estimasi sebesar -0,552. Hope juga menunjukkan bahwa hope dapat berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover dengan estimasi sebesar -,653. Job insecurity tidak berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover dengan mengontrol hope dengan estimasi sebesar 0,150
Organizations should align with the external and internal conditions in order to remain a competitive organization. Government policies are the external factors that affect the industry in Indonesia. These factors make the organization must perform alignment impact on reducing the number of employees and a decrease in production incentives. Employees who still lived in the organization (survivors) feel uncertain and worried about his organization which raises the potential desire to resign and move to another organization called turnover intention. The research will be conducted on the steel industry employees in Sidoarjo, East Java. Subject of 129 employees will be taken. The data collection method in this research with survey method and using a scale consisting of turnover intention scale, hope scale, and job insecurity scale. The data analysis will be completed by using SEM with mediation model use AMOS version 21.0 to analysist the model. The result of this research showed that hope can be a complete mediator on the relationship between job insecurity to turnover intention. Job insecurity and hope can describe intensi turnover with R=42,6%.Job insecurity has affect hope significantly with estimate value -.552. Hope has affect hope significantly with estimate value -.653. Job insecurity has no significant effect on turnover intentionby controlling the hope with estimate value .150.
Kata Kunci : intensi turnover, hope, job insecurity