KONFIRMASI SPESIES DAN STATUS Omotemnus miniatocrinitus Chevrolat (COLEOPTERA: DRYOPHTHORIDAE) PADA PERTANAMAN SALAK
RANGGA ARINTA W, Dr. Suputa, S.P., M.P.; Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M.Sc.
2017 | Tesis | S2 ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHANPenelitian ini bertujuan sebagai konfirmasi spesies berdasarkan karakter morfologi dan molekuler menggunakan gen mtCO1 serta konfirmasi status berdasarkan daerah sebar, kesesuaian hidup, kemapanan hidup, dan populasi dari Omotemnus miniatocrinitus pada areal pertanaman salak. Sampel serangga didapatkan dari areal pertanaman salak dengan metode pemungutan atau penangkapan langsung menggunakan tangan (hand-picking). Survei daerah sebar dilakukan pada sentra produksi salak di D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakter morfologi, spesies serangga uji adalah O. miniatocrinitus, yaitu: kumbang moncong, berukuran sedang, rata-rata 14,51 x 3,67 mm, dan keseluruhan tubuh berwarna cokelat. Terdapat pola membujur berwarna hitam berbentuk elips dengan kedua bagian ujungnya meruncing pada median protoraks, pola hitam berbentuk segitiga juga terdapat pada bagian kanan dan kiri basal protoraks, dan pada bagian lateral terdapat warna hitam yang memanjang. Terdapat pola berwarna hitam membulat yang khas pada median dan posterolateral elytra. Hasil sekuens nukleotida menunjukkan sampel O. miniatocrinitus memiliki homologi 79,9% dengan Rhynchophorus palmarum yang termasuk ke dalam famili Dryophthoridae. Daerah sebar O. miniatocrinitus pada pertanaman salak, meliputi: kecamatan Pakem, Tempel, dan Turi kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta; kecamatan Banjarmangu, Madukara, dan Sigaluh kabupaten Banjarnegara; kecamatan Salam dan Srumbung kabupaten Magelang; kecamatan Kepil, Leksono, Selomerto, dan Sukoharjo kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Keberadaan O. miniatocrinitus merata pada seluruh areal pertanaman salak baik teregistrasi GAP dan belum teregistrasi GAP, yaitu: 3,73 dan 4,93. Bagian tanaman salak yang sesuai untuk perkembangan hidup O. miniatocrinitus adalah serasah pelepah salak; kemapanan hidup dan populasi O. miniatocrinitus lebih tinggi pada buah salak yang dilukai, yaitu: 97,50% dan 1,88. Berdasarkan hal tersebut O. miniatocrinitus berperan sebagai saprofagus pada pertanaman salak karena membantu proses pelapukan pelepah salak yang telah dipangkas dan keberadaan O. miniatocrinitus pada pertanaman salak cenderung terdapat pada buah salak terluka yang memiliki nilai ekonomi kecil.
This experiment was aimed to confirm the Omotemnus miniatocrinitus species based on its morphological and molecular characteristic by using mtCO1 gene; confirmation of status based on the area of habitat, host suitability, life compatibility, and the population it is in snakefruit growing areas. Insect samples were obtained from snakefruit growing areas with hand-picking method. Survey on distribution areas was conducted at several snakefruit production centres in Special Province of Yogyakarta and Central Java. The results showed that based on morphological characteristics, the species of tested insect was O. miniatocrinitus, also known as snout beetle, medium in size, with 14.51 x 3.67 milimetres in size, and the bodies were brown wholly. It had black elliptical longitudinal pattern with two tip parts tapering at median protorax, black triangle pattern was also seen at right and left parts of basal protorax, and black extending pattern was found at lateral part. The distinct black conglobate pattern was noticed at median and posterolateral elytra. The nucleotide sequence result showed samples of O. miniatocrinitus has phylogenic relationship of 79.9% with Rhynchophorus palmarum which belongs to the family Dryophthoridae. Distribution areas of O. miniatocrinitus in snakefruit growing areas included: districts of Pakem, Tempel, and Turi, regency of Sleman, Special Province of Yogyakarta; districts of Banjarmangu, Madukara, and Sigaluh, regency of Banjarnegara; districts of Salam and Srumbung, regency of Magelang; districts of Kepil, Leksono, Selomerto, and Sukoharjo, regency of Wonosobo, Central Java. Prevalence of O. miniatocrinitus was spread evenly in either implementing and not implementing GAP snakefruit growing areas, which their score are 3.73 dan 4.93 respectively. The suitable part of snakefruit crop for the development of O. miniatocrinitus was the offal of snakefruit midrib; the life suitability and population of O. miniatocrinitus were higher on wounded snakefruit, i.e. 97.50% and 1.88 respectively. Therefore, O. miniatocrinitus played a role as saprophagous insect on snakefruit farms because it helps the decaying process of chopped snakefruit midribs and the prevalence of O. miniatocrinitus on snakefruit farms tended to be on the injured snakefruit which have little economic value.
Kata Kunci : daerah sebar, molekuler, morfologi, O. miniatocrinitus, salak, saprofagus / distribution areas, molecular, morphological, O. miniatocrinitus, saprophagous, snakefruit