COMPARISON OF ANXIETY PROFILES BETWEEN BENZODIAZEPINE USER AND NON BENZODIAZEPINE USER IN YOGYAKARTA BASED ON MINNESOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY 2 (MMPI-2) TEST
HANINDITA BUDHI P M, dr. Silas Henry Ismanto, Sp.KJ; dr. Irwan Supriyanto, Ph.D
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang : Gangguan kecemasan seringkali ditemukan pada masyarakat dan diasosiasikan dengan gangguan fungsional. Survei yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa prevalensi terjadinya gangguan kecemasan dalam satu bulan mencapai 7,3 %. Tatalaksana farmakoterapi dari gangguan kecemasan seperti benzodiazepin berkontribusi terhadap meningkatnya kadar kecemasan itu sendiri dan terhadap terjadinya adiksi terhadap benzodiazepin dikarenakan efek samping dari obat itu sendiri, seperti toleransi terhadap obat dan munculnya sindrom putus obat. Ketersediaan benzodiazepin di pasar bebas dan kecenderungan seseorang untuk menjadi pecandu obat-obatan juga berkontribusi terhadap munculnya adiksi terhadap benzodiazepin. Tujuan : Untuk mengukur dan membandingkan tingkat profil kecemasan pada tes MMPI-2 antara pengguna benzodiazepin dan non pengguna benzodiazepin di Yogyakarta Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional, dengan 79 orang yang memenuhi kriteria inklusi untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Data yang didapatkan lalu dianalisis menggunakan Independent T-Test untuk menganalisis signifikansi perbedaan pada data kedua belah kelompok. Chi-Square digunakan untuk mengetahui asosiasi antar variabel. Hasil : Seluruh profil kecemasan pada tes MMPI-2 milik kelompok pengguna benzodiazepin lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol dan hasilnya berkaitan secara statistik. Kelompok pengguna benzodiazepin memiliki rata-rata usia yang lebih tinggi, lebih sering pada laki-laki, status pendidikan yang lebih rendah, status pernikahan yang lebih tinggi dan tingkat kerja yang lebih tinggi. Kesimpulan : Terdapat perbedaan profil kecemasan yang signifikan antara kelompok pengguna benzodiazepin dengan kelompok kontrol, dan berkaitan secara statistik. Beberapa faktor sosiodemografi juga berkontribusi terhadap perkembangan konsumsi benzodiazepin, yang mengarah pada bertambahnya tingkat profil kecemasan.
Background : Anxiety disorders are commonly found within the population and also associated with numbers of functional impairment. A survey conducted in United States shows that 1-month prevalence for all anxiety disorders are 7,3 %. The pharmacological management of anxiety such as benzodiazepine contributes significantly to the elevation of anxiety itself and also the occurence of benzodiazepine addiction because of the side effects such as drug tolerance and withdrawal syndrome. Its wide availability in the market and the tendency of someone to develop drug addiction may also contribute to the development of benzodiazepine addiction. Objective : To measure and compare the level of Anxiety Personality Profiles in MMPI-2 test result between benzodiazepine users and non-users in Yogyakarta. Method : This study was conducted using cross-sectional method, with 79 subjects who met the inclusion criteria participated in this research. The data obtained were analyzed using Independent T-Test to analyze the significant difference of the data between 2 groups and also Chi-Square to find out the association between variables. Result : All of the level of Anxiety Personality Profiles on MMPI-2 were higher in benzodiazepine user group compared to the control group and they are statistically associated. Benzodiazepine user group have higher age mean, frequently in male, lower educational status, higher marital and employment rate. Conclusion : There were significant differences of Anxiety Personality Profiles between benzodiazepine group and control group, and they are statistically associated. Various sociodemographic factors also contributes to the development of benzodiazepine consumption, leading to the increase in the level of Anxiety Personality Profiles.
Kata Kunci : Benzodiazepine, anxiety, MMPI-2