Perubahan Perilaku Pasien Tuberkulosis Saat Menjalani Program DOTS Di RSKP Respira Yogyakarta
WAHYU NIRMALA SARI, Dr. Atik Triratnawati, M.A
2017 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGIAngka kematian TB (tuberkulosis) di Indonesia masih cukup tinggi. Penanggulangan TB di Indonesia menerapkan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course). Di Indonesia jumlah penderita TB yang tidak kunjung berkurang salah satu penyebabnya adalah karena banyaknya pasien TB yang drop out selama pengobatan. Berhasilnya pengobatan TB disebabkan oleh banyak faktor salah satunya perubahan perilaku pasien. Perubahan perilaku pasien TB ini beragam sesuai dengan latar belakang sosial, demografi dan ekonomi mereka. Oleh karena itu studi ini di lakukan untuk melihat bagaimana keberagaman perubahan perilaku penderita TB ini terjadi, beban sosial dan mental yang mereka rasakan serta konsekuensi yang harus mereka tanggung saat menjalani pengobatan TB program DOTS di RSKP Respira Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam dengan teknik pursposive sampling, sehingga dipilihlah informan berjumlah 6 orang, yakni 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan yang merupakan penderita TB dan sedang menjalankan pengobatan di RSKP Respira Yogyakarta serta 2 orang informan tambahan yang merupakan keluarga dari pasien TB. Proses penelitian dari awal sampai akhir dilakukan di RSKP Respira Yogyakarta dan kunjungan ke rumah informan yang dilakukan kurang lebih 5 bulan yakni dari bulan Mei 2016 sampai September 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan Health Belief Model (HBM) dan di analisis menggunakan analisis isi (konten analisis). Perubahan Perilaku Pasien TB pun beragam sesuai dengan latar belakang demografis, sosial, ekonomi, dan pengetahuan pasien. Latar belakang tersebut mempengaruhi komponen � komponen dari perubahan perilaku yakni, merasakan kerentanan, keseriusan, manfaat dan hambatan serta isyarat dan tindakan. Banyak dari pasien TB mempunyai pengetahuan rendah tentang TB sehingga perubahan perilaku yang seharusnya cepat diterapkan tidak berjalan optimal. Selain itu pasien TB akan mengalami beban sosial dan mental yang cukup berat, merasa teralienasi, dan bergesernya peran fungsi ibu atau ayah dalam keluarga. Selain itu konsekuensi dari pengobatan program DOTS yang mereka jalani cukup memberikan dampak yang cukup besar terhadap ekonomi, sosial dan budaya.
The death rate of TB (Tuberculosis) in Indonesia is still quite high. Indonesia implements DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) as the strategy to fight TB.In Indonesia, the reason why TB patients haven't decreased is because lots of TB patients who dropping out during treatment. There's so many success factors of TB treatment, one of them is the changes of patient's behaviour. The behavioral changes of TB patients werevary, it depends on their social background, demography and economy. Therefore this study is conducted to see how diverse the behavioral changes of these TB patients is happening, social and mental burden that they felt also the consequences that they need to carry during the DOTS TB treatment program at RSKP Respira Yogyakarta. This research used observation method and deep interview with pursposive sampling, so that the researcher choose 6 people, 3 male, and 3 female that were TB patient who are in the middle of treatment at RSKP Respira Yogyakarta also 2 more additional informants who were the patient's family. The research process begins and ends at RSKP Respira Yogyakarta along with house visit to one of the informant's house that be done more or less for 5 months from Mei 2016 until September 2016. This research used Health Belief Model (HBM) approach and analized using content analysis. The behavioral changes of TB patients is vary depends on their background, demography, social, economy, and patient's knowledge.Those backgrounds affects the components of the behavioral changes that is, the feel of susceptibility, severity, benefits and barriers also sign and action.Many TB patients who were lacking of knowledge on TB so the behavioral changes that could have been implemented faster could not be optimized.Moreover, TB patients would experience a quite hard mental and social burden, feel alienated, and the role functions on mother or father in a family would be shifted. In addition, the consequences of DOTS treatment program that they face give a significant impact on economy, and socio-culture.
Kata Kunci : TB, Tuberkulosis, perubahan perilaku, dan Health Belief Model