Laporkan Masalah

CONDITION OF SLUM DWELERS WITH DIFFERENCES IN INFRASTRUCTURE MANAGEMENT (Case Study of Kampong Ngampilan and Kampong Pedak Baru)

RADHIETYA WIDYANATA, Prof.Dr. rer. nat.Muh Aris Marfai.,S.Si.,M.Sc

2017 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur yang ada di permukiman kumuh baik itu yang dikelola oleh pemerintah ataupun oleh masyarakat, mengidentifikasi kapasitas masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur dipermukiman mereka, menganalisis dampak infrastruktur terhadap kehidupan masyarakat dikedua lokasi permukiman, serta menganalisis masyarakat mana yang lebih baik diantara permukiman kumuh yang dikelola oleh pemerintah atau yang dikelola oleh masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kampung Ngampilan, Yogyakarta dan Kampung Pedak Baru, Bantul. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari kuisioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data sekunder didapatkan dari hasil publikasi, jurnal, dan literatur. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sampel yang diambil dalam lingkup RW dan dipilih dari masing �¢ï¿½ï¿½ masing RT beberapa kepala keluarga dengan jumlah sampel 45 responden untuk Kampung Ngampilan dan 30 responden untuk Kampung Pedak baru. Hasil penelitian dianalisis dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif adalah hasil dari pengolahan data dalam bentuk deskriptif, yang didapatkan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis kuantitatif merupakan hasil dari pengolahan data dengan bentuk presentase dengan melihat jawaban terbanyak dari responden dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kondisi infrastruktur di kampung Ngampilan lebih baik daripada kondisi infrastruktur di kampung Pedak Baru, karena di kampung Ngampilan semuanya sudah difasilitasi dengan baik oleh pemerintah. Kondisi kapasitas masyarakat di kedua lokasi permukiman memiliki beberapa perbedaan karena berbeda kampung maka berbeda juga karakteristik masyarakatnya. Hubungan antara infrastruktur dan pengembangan masyarakat dikedua permukiman juga berbeda, hal ini dapat terlihat dari kondisi lingkungan sebelum dan sesudah infrastruktur tersebut ada. Hasil akhirnya yaitu masyarakat di kedua lokasi sama �¢ï¿½ï¿½ sama belum berkembang, akan tetapi apabila dilihat dari kondisi masyarakat, kondisi masyarakat di Kampung Ngampilan jauh lebih baik karena semua kebutuhan warga sudah terpenuhi.

The objective of this research is to identify the conditions of infrastructure in the settlement, wether its managed by government or by the community, identify the capacity of community in the management of infrastructure in their settlement, analyze the impact of infrastructure has on its community life in both location, and also analyze which community conditions are better and advanced between both of slums area that are managed by the government or the ones handled by the community themselves. This research is conducted in Ngampilan kampong, Yogyakarta and Pedak baru kampong, Bantul. The method is used descriptive qualitative approach to determine how the condition of the people in the slums, especially in areas near the river banks, which are managed by the government and managed by the community itself, then what is the impact of a given infrastructure on the lives of people in both of slums locations. The result were analyzed with qualitative and quantitative analysis. Quantitative analysis is the result of data processing in the descriptive form that obtained from interview, observation, and documentation. Quantitative analysis is the result of data processing in percentage form that obtained from the most answer from the respondent and displayed with chart form. The results showed that the condition of infrastructure in Ngampilan Kampong is better than the condition of infrastructure in Pedak Baru, because in the Ngampilan Kampong, they have been well facilitated by the government. The condition of community capacity in the two settlement has some differences because different kampong so the characteristics is also different. The relationship between infrastructure and community development in both settlements is also different, this can be seen from the environmental conditions before and after the infrastructure exists. The final result is that the communities in both locations are equally undeveloped, but when seen from the condition of people, the condition of the community in Ngampilan Kampong is much better because all the needs of the people have been fulfilled.

Kata Kunci : slum,management,community,capacity,impact,networking

  1. S2-2017-373652-abstract.pdf  
  2. S2-2017-373652-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-373652-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-373652-title.pdf