PENCEGAHAN PERDARAHAN POSTPARTUM OLEH BIDAN DI KABUPATEN BANTUL
DIAH NUR ANISA, dr. R. Detty Siti Nurdiati, MPH, PhD, SpOG(K).; Wiwin Lismidiati, S.Kep.Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.Mat.
2017 | Tesis | S2 KeperawatanLatar belakang: Perdarahan postpartum adalah perdarahan 500cc atau lebih setelah selesainya kala III (setelah plasenta lahir). Kematian maternal akibat perdarahan postpartum banyak terjadi di pelayanan kesehatan, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perilaku petugas kesehatan dalam melakukan pencegahan perdarahan postpartum Tujuan: Untuk mengetahui perilaku bidan dalam melakukan pencegahan perdarahan postpartum Metode: Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Tehnik pengambilan sampling pada penelitian ini menggunakan cluster sampling yang berjumlah 68 bidan. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner pengetahuan tentang pencegahan perdarahan postpartum, sikap tentang pencegahan perdarahan postpartum dan lembar observasi tindakan manajemen aktif kala III untuk melihat perilaku pencegahan perdarahan postpartum pada Bidan. Hasil: Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku bidan dalam melakukan penegahan perdarahan postpartum dengan p value 0.012. Terdapat hubungan antara pelatihan dengan perilaku pencegahan perdarahan postpartum dengan p value 0.020. Tidak terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku bidan dalam melakukan penegahan perdarahan postpartum dengan p value 0.289. Tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden dengan perilaku bidan dalam melakukan pencegahan perdarahan postpartum dengan nilai p value pada pendidikan bidan dengan perilaku 0.691, dan p value pada lama kerja dengan perilaku 0,851. Faktor yang dominan yang mempengaruhi pencegahan perdarahan postpartum adalah pelatihan yang diikuti dengan p value 0,020. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan perdarahan postpartum adalah pengetahuan dan pelatihan yang diikuti.
Background: Postpartum hemorrhage (PPH) is bleeding with blood volume ejected reaches 500cc or more after completion of the third stage (after delivery of the placenta). Maternal deaths due to PPH occur in health care, one of the influencing factors is the behavior of health workers in preventing postpartum hemorrhage. Objective: Understanding precaution of postpartum hemorrhage by midwive in Bantul. Metode: Type of study was descriptive analytic using cross sectional design. Sampling techniques in this study using cluster sampling, amounting to 68 midwives. Collecting data used questionnaires which the questions included knowledge about precaution of postpartum hemorrhage, attitudes toward postpartum hemorrhage and observation sheet toward active management of the third stage to observed behavior on prevention of postpartum haemorrhage by midwives. Result: There is relationship between knowledge with behavior of midwife in doing prevention of postpartum bleeding with p value 0.012. There is a relationship between training with postpartum bleeding prevention behavior and p value 0.020. There is no correlation between attitude and midwife behavior in preventing postpartum hemorrhage with p value 0.289. There is no correlation between respondent characteristics with midwife behavior in preventing postpartum hemorrhage with p value of midwife education with behavior of 0.691, and p value at length of work with behavior 0,851. Conclusion: Factors related to postpartum hemorrhage prevention behavior are knowledge and training followed.
Kata Kunci : pengetahuan, sikap ,perilaku, pencegahan perdarahan postpartum,