PENERAPAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN ENDORSEMENT ONLINE
RIZKA AFRIANDITA E, Ninik Darmini S.H,M.Hum
2017 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan asas itikad baik pada tahapan pra kontraktual pada perjanjian elektronik khususnya endorsement online. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dan empiris, yang dilakukan dengan meneliti data primer dan data sekunder. Subjek penelitian ini adalah para pelaku usaha online yang mengadakan perjanjian endorsement online, yang kemudian disebut dengan endorser serta celebrity endorser yaitu tokoh publik yang menerima penawaran endorsement. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode berpikir analisis kualitatif deskriptif yaitu suatu metode analisis data yang dilakukan melalui kategorisasi permasalahan yang diteliti dan data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukan : 1). Penerapan asas itikad baik pada tahapan pra kontraktual dalam suatu perjanjian endorsement online tampak pada kesepakatan awal para pihak dalam melakukan negosiasi, itikad baik pada tahapan pra kontraktual tersebut diwujudkan dengan adanya kejujuran para pihak dalam mengungkapkan fakta materiil mengenai perjanjian yang tampak pada saat para pihak melakukan negosiasi untuk mencapai kata sepakat. Pelaksanaan negosiasi yang positif untuk mencapai kesepakatan sangat penting untuk mewujudkan suatu penerapan itikad baik dalam perjanjian endorsement. 2). Perlindungan hukum dari Pemerintah terhadap pihak-pihak yang beritikad baik dalam suatu perjanjian elektronik dituangkan melalui pengaturan Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik berikut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012, didalam pengaturan tersebut diatur mengenai keabsahan kontrak elektronik sehingga dapat menjadi alat bukti terhadap suatu perbuatan hukum perjanjian yang diselenggarakan melalui sistem informasi dan elektronik. Ketentuan ini memberikan perlindungan kepada pihak-pihak yang mengadakan perjanjian elektronik, karena dengan demikian pihak yang beritikad tidak baik, tidak dapat menolak atau memutuskan perjanjian tanpa alasan yang kuat, karena bentuk perjanjian endorsement online sepanjang dilakukan menurut ketentuan UU yang berlaku ada sah dimata hukum, kemudian para pihak dalam perjanjian endorsement juga memberikan perlindungan hukum dalam penyusunan draft kontrak dengan mengatur secara tegas hak dan kewajiban, serta akibat hukum terhadap para pihak dalam perjanjian.
This research aims to identify and analyze the implementation of the good faith principle on the pre-contractual stage in the online endorsement agreement. This study is a normative and empirical legal research, conducted by examining primary data and secondary data. The subjects were business people are entered into an online endorsement, which was called ������¢���¯���¿���½���¯���¿���½the endorser������¢���¯���¿���½���¯���¿���½ and also the celebrity endorser who is a public figure who received the endorsement deals. The analytical method used in this research is descriptive qualitative analysis method of reasoning which is a method of data analysis through categorization problems studied and the data collected. The results showed: 1). The implementation of the good faith principle on the pre-contractual stage in the online endorsement agreements looked at the initial agreement of the parties to negotiate, in good faith at the stage of precontractual reflected by the honesty of the parties to disclose material facts regarding an agreement that looked upon the parties to negotiate to reach an agreement. Implementation of positive negotiations to reach an agreement is very important for achieving a good faith implementation of the agreement. 2). The legal protection that given by government against the parties acting in good faith in an electronic agreement setting through Undang-Undang No. 11 of 2008 on Information and Electronic Transactions and Government Regulation No. 82 Year 2012, in the arrangement are arranged on the validity of electronic contracts so that it can be evidence against a legal act which is organized through the agreement and electronic information systems. This provision provides protection to the parties entered into the electronics, because then the party that bad faith can not reject or terminate the agreement without any logical reason, since the agreement form of endorsement online all made in accordance with applicable law No legitimate in the eyes of law, then the parties to the endorsement agreement also provides legal protection in the draft contract with expressly regulate the rights and obligations, as well as legal consequences to the parties to the agreement.
Kata Kunci : Itikad Baik, Kontrak Elektronik, Perjanjian Endorsement