PENGARUH HERBAL EKSTRAK KUNYIT PUTIH (Curcuma mangga) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI BURSA FABRISIUS AYAM LAYER YANG DIVAKSIN VIRUS AVIAN INFLUENZA
SITI MARYAMAH, Dr. Drh. Bambang Sutrisno, MP
2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANAvian influenza (AI) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus famili Orthomyxoviridae yang banyak menimbulkan kerugian dibidang perunggasan. Keanekaragaman tanaman herbal di Indonesia menjadi salah satu alternatif yang dapat dijadikan pilihan untuk penanggulangan penyakit yang ada berdasarkan data empiris yang dapat dibuktikan. Kunyit putih (Curcuma mangga) yang mengandung senyawa kalkon, flavon flavanon, kurkuminoid dan flavanoid berkhasiat sebagai antikanker, analgesik, antiinflamasi, autoimune dan antioksidan. Sistem imun merupakan pertahanan pertama yang dibutuhkan untuk melawan infeksi penyakit yang menyerang tubuh. Bursa fabrisius merupakan organ limfoid primer ayam yang sangat besar perannya dalam pertahanan tubuh khususnya ketika ayam masih berumur muda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit putih terhadap bursa fabrisius ayam berdasarkan pemeriksaan histopatologi. Penelitian dilakukan pada ayam layer sebanyak 38 ekor kemudian ayam dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok A 19 ekor diberi ekstrak kunyit putih peroral dengan dosis 300 mg/kg BB, dan kelompok B 19 ekor sebagai kontrol diberi Carboxymethyl Cellulose (CMC) 1% peroral. Perlakuan pada masing-masing kelompok ayam mulai umur 18-45 hari. Ayam dinekropsi umur 49 hari kemudian diambil bursa fabrisiusnya untuk dibuat preparat histopatologi. Pembuatan preparat histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Berdasarkan hasil penelitian pengamatan histopatologi bursa fabrisius menunjukkan bahwa kelompok perlakuan kunyit putih susunan sel limfosit lebih rapat dibandingkan dengan kelompok kontrol susunan sel limfosit lebih longgar.
Avian Influenza (AI) is one of the disease caused by Orthomyxoviridae virus that causes many economic loss in chicken farms. Diversity of herbs in Indonesia has become the alternatives which can be used as an option to treat many diseases based on empirical data that can be proved. White turminic (Curcuma mangga) compounds calcon, flavone flavanon, curcuminoid, and flavanoid that efficacious as an anticancer, analgesic, antiinflamasi, autoimmune and antioxidant. The immune system is the first defense against the infection that attacks the body. In young chicken, bursa fabricious is the primary lymphoid organ that produces the immune system. This research aims to know the side effects of extract white turminic to the bursa fabricious in young chicken from the histopathological examination. This research used 38 layer chicken and divides in two groups, group A contains 19 layer chickens as an experiment group given extract white turminic per oral with dosis 300 mg/kg of body weight, and the other 19 layer chickens as control given Carboxymethylcellulose (CMC) 1% peroral. The treatment of each group started from 18 days old until 45 days old chicken. The specimens of bursa fabricious were collected during necropsy on 49 days old. After that, the histopathological of the specimen made under Hematoxylin Eosin (HE) stain. The result in the histophatological of bursa fabricious showed the arrangement of lymphocytes in group A which being treatment with extract white turmeric looks more dense than the control group.
Kata Kunci : avian influenza, ayam layer, bursa fabrisius, kunyit putih.