PENGARUH BREED SAPI PEMACEK TERHADAP LIBIDO DI UPTD. BPBPTDK DINAS PERTANIAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
ARDIAN FAIZ HAFIDH, drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D
2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh breed sapi pemacek terhadap libido, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produktifitas pada saat koleksi semen di UPTD. BPBPTDK. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari semen tersebut adalah libido. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pejantan dari breed Simmental, Peranakan Ongole, dan Brahman dari UPTD. BPBPTDK Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta. Variabel yang digunakan adalah pengamatan dan pencataan waktu pengoleksian semen segar. Pengamatan libido dilakukan di tempat penampungan dengan mengetahui waktu reaksi yang digunakan dari mulai didekatkan pejantan sampai pejantan mengeluarkan ejakulat yang akan dikoleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi PO memiliki libido terbaik dengan rata-rata waktu 337,30±205,04, selanjutnya sapi Simmental dengan rata-rata waktu 421±389,90, dan terakhir sapi Brahman dengan rata-rata waktu 566,17±208,54. Data kemudian dianalisa menggunakan metode One Way Anova dan ditemukan bahwa breed tidak mempengaruhi libido sapi pejantan karena tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P>0,05) pada sapi-sapi di UPTD.BPBPTDK. Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta.
This research has to know the influence of bulls to the libido in UPTD BPBPTDK Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta. Cemen quaity influence the succesfull development of artificial insemination. One of the factor that influence the quality and quantity of the cement is libido. The purpose of this research is giving knowledge about the breeds bull that the most optimalization of production. Material that used in this research is a male from Simmental Breed, Ongole Crossbreed, and Brahman from UPTD BPBPTDK Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta. The variable was that observed in this research is fresh cement observation and the accumulation of is fresh cement observation did in shelter by knowing the reaction time that count from a bull react to a teaser cow that marked by an ejaculated fluid that collected. The result of this research was bull with breed PO was the breed with best libido with average time 337,30±205,04, then Simmental with average time 421±389,90, last Brahman with average time 566,17±208,54. Data then analyzed with One Way Anova method, and found that bulls breed had no effect to bulls libido because there wasnt significant difference (P>0.05) of bulls in UPTD.BPBPTDK. Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta.
Kata Kunci : Breed, Ejakulasi, Libido, Pejantan/Bull, Breed, Ejaculated, Libido