GAMBARAN KESEMBUHAN FISIK LUKA IRIS KULIT ANJING (Canis familiaris) YANG DITERAPI SALEP EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestika)
MOHAMAD WAHYU K, drh. Slamet Raharjo, MP.
2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANAnjing merupakan salah satu hewan kesayangan yang berpotensi mengalami luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi salep ekstrak rimpang kunyit 3% dan 6% yang diaplikasikan secara topikal terhadap kesembuhan luka iris kulit anjing. Penelitian menggunakan 3 ekor anjing lokal jantan sehat yang diadaptasikan selama 1 minggu kemudian diberi obat cacing dan vaksinasi. Setiap anjing mendapat perlakuan 4 luka iris pada flank kanan dan kiri dengan panjang 10 cm ke arah vertikal. Luka iris diberi kode A, B, C dan D. Luka iris A sebagai kontrol negatif tanpa pengobatan. Luka iris B diterapi dengan salep ekstrak rimpang kunyit 3%. Luka iris C diterapi dengan salep ekstrak rimpang kunyit 6%. Luka iris D sebagai kontrol positif diterapi dengan salep kloramfenikol 3%. Pemberian pengobatan dilakukan dua kali dalam sehari. Hasil penelitian salep ekstrak rimpang kunyit 3%, 6% dan kloramfenikol 3% mengalami kesembuhan luka primer yang tercapai pada hari ke 5 yaitu dengan tidak ditemukannya lagi kebengkakan, kebasahan, kemerahan serta pertautan yang sudah terbentuk di sepanjang tepi luka. Hasil pengobatan salep ekstrak rimpang kunyit 3% dan 6% yang setara dengan pengobatan salep kloramfenikol 3%, lebih baik dibanding kelompok kontrol negatif tanpa pengobatan. Dapat disimpulkan salep ekstrak rimpang kunyit layak direkomendasikan sebagai obat luka.
Dog is one of the most beloved pet that potentially injured. The purpose of this research was to assessed the potential of 3% and 6% turmeric rhizome extract ointment which was applied topically to the incision wound on dog’s skin. Three local dogs were used in this study and they were adapted for a week Anthelmintic and vaccination were given to the dogs prior to the treatment. Every dog was got four incision on sinister and dexter flank with 10 cm length vertically. Each of insicion was named A, B, C and D. A was a negative control group with no treatment. B was treated with 3% turmeric rhizome extract ointment. C was treated with 6% turmeric rhizome extract ointment. D was a positive control treated with 3% chloramphenicol ointment. The treatment was given twice a day. The observation result of 3% and 6% turmeric extract and 3% chloramphenicol on wound healing were showed no more swelling, wetness, reddish and the wound edge was closed on the 5th day. The treatment result with 3%, 6% turmeric rhizome extract ointment was similar 3% chloramphenicol ointment better than negative control. treated with turmeric extract ointment was recommended as drug wound.
Kata Kunci : anjing, luka iris, kesembuhan luka, kunyit, kloramfenikol