HUBUNGAN USIA, INDEKS MASSA TUBUH, MASA KERJA DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA WANITA TUKANG SUUN DI PASAR BADUNG, KOTA DENPASAR
PUTU RATNA SUPRIMA D, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Keluhan muskuloskeletal dapat disebabkan oleh faktor individu, pekerjaan dan lingkungan kerja. Usia, indeks massa tubuh, masa kerja dan beban kerja fisik seperti lama waktu angkut, jarak angkut dan berat beban angkut dari buruh angkut wanita (wanita tukang suun) di Pasar Badung, Kota Denpasar yang berbeda diduga memiliki risiko keluhan muskuloskeletal yang berbeda. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dari usia, indeks massa tubuh, masa kerja dan beban kerja fisik seperti lama waktu angkut, jarak angkut dan berat beban angkut dengan keluhan muskuloskeletal pada wanita tukang suun di Pasar Badung, Kota Denpasar. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan disain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah wanita tukang suun di Pasar Badung, Kota Denpasar dan sampel diambil dengan metode total sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis uji statistik dari uji univariat, uji bivariat dan uji multivariat. Variabel pada penelitian ini terdiri dari usia, indeks massa tubuh, masa kerja, keluhan muskuloskeletal dan beban kerja fisik seperti lama angkut, jarak angkut dan Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal yaitu lama kegiatan angkut (p = 0,003), jarak kegiatan angkut (p = 0,000), berat beban angkut (p = 0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa jarak kegiatan angkut dan berat beban angkut menjelaskan 47,92% kejadian keluhan muskuloskeletal. Kesimpulan: Lama kegiatan angkut, jarak kegiatan angkut dan berat beban angkut berhubungan dengan kejadian keluhan muskuloskeletal pada wanita tukang suun di Pasar Badung, Kota Denpasar.
Background: Musculoskeletal symptoms can be caused by individual factors, jobs and work environments. Age, body mass index, year of employment and physical workload such as the duration of carrying goods, the distance of carrying and the load of carrying of lady porters (wanita tukang suun) at Pasar Badung, Denpasar were alleged lead to different risk of musculoskeletal symptoms. Objective: This study was to determine the correlation of age, body mass index, year of employment and physical work such as the duration of carrying goods, the distance of carrying and the load of carrying with musculoskeletal on lady porter at Pasar Badung, Denpasar. Methods: This was a quantitative analytic study with cross sectional design. The population in this study was lady porter at Pasar Badung, Denpasar and the samples were taken with total sampling method. Analysis of the data in this study was conducted by using a statistical test analysis from univariate test, bivariate test and multivariable test. Variables in this study were age, body mass index, length of employment, musculoskeletal symptoms and physical workload such as duration of carrying, distance of carrying and load of carrying. Results: This study showed that there were three variables that have significant correlation toward musculoskeletal symptoms, those are the duration of carrying (p = 0.003), the distance of carrying (p = 0.000), load of carrying (p = 0.000). The results of multivariate analysis showed that distance and the load of carrying explain 47.92% incidence of musculoskeletal symptoms. Conclusion: the duration of carrying, distance of carrying, and load of carrying was correlated to the incidence of musculoskeletal symptoms in lady porter at Pasar Badung, Denpasar.
Kata Kunci : usia, indeks massa tubuh, masa kerja, beban kerja fisik, keluhan muskuloskeletal