RELASI SOSIAL EKONOMI ANTARA PEDAGANG DAN PENDERES DALAM HOME INDUSTRI GULA JAWA (Studi Tentang Relasi Sosial Ekonomi Antara Pedagang dan Penderes Di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga , Jawa Tengah Tahun 2016)
TSALATSA NIRMALA D, Prof. Dr. Susetiawan, S.U;Dra. Agnes Sunartiningsih, M
2017 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANINTISARI Dalam konteks perdagangan gula jawa di level produsen yakni penderes, para penderes menjual produknya hanya kepada satu saluran saja, yaitu juragan gula. Juragan gula dijadikan oleh penderes sebagai relasi dagang tunggalnya. Sistem penjualan seperti ini sangat terkesan tertutup atau “mengurung†penderes karena tampak membatasi gerak dirinya dalam tahap pemasaran. Mekanisme hubungan perdagangan ini tidak seperti umumnya hubungan seorang penjual dengan pembeli dalam aktivitas perdagangan kebanyakan dimana penjual memiliki otoritas selaku pemilik komoditas. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif ini ingin berusaha untuk mengetahui makna relasi sosial ekonomi antara penderes dengan juragan gula jawa di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Dalam penelitian ini yang menjadi unit analisis adalah para penderes itu sendiri dengan melibatkan pihak lain seperti keluarga penderes, tokoh masyarakat, termasuk juga dari pihak juragan sebagai informan pendukung data penelitian sekaligus guna uji keabsahan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa perdagangan gula jawa yang terjadi diantara penderes dan juragan mereka masing-masing tidak dapat dilepaskan dari unsur hubungan-hubungan sosial non komoditas yang menyelimuti aktivitas transaksi jual beli mereka. Penderes membutuhkan pihak juragan untuk berbagi sumber daya. Penderes mengakui keterbatasan yang mereka miliki. Mereka hanya memiliki sumber daya berupa tenaga kerja sebagai modal dasar bekerja. Oleh karena itu para penderes mendatangi juragan gula karena dianggap memiliki kapasitas sumber daya yang lebih yang dapat membantu menggerakkan usaha gula mereka, seperti dalam hal permodalan dan kemudahan akses penjualan. Melalui relasi tersebut, penderes mencapai nilai efektif dan efisiensi kerja. Kehidupan para penderes juga terbantu karena di dalam praktik hubungan dagang, juragan pula memberikan kucuran bantuan sosial yang dibutuhkan oleh penderes. Penderes merasakan manfaat atau keuntungan dari hubungannya tersebut. Manfaat berupa peningkatan hidup yang lebih baik namun memunculkan sifat ketergantungan terhadap juragan. Nuansa hubungan yang bercorak patron klien antara penderes dan juragan hanya terkandung pada unsur hubungan yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. Moral ekonomi yang khas terdapat pada pola hubungan Patron Klien telah mengalami pergeseran menuju pola hubungan bersifat transaksional ekonomi pada perdagangan gula jawa antara penderes dan juragan di Desa Cipaku.
In the context of coconut sugar trading at the producer level, Penderes (coconut sugar farmers) sell their products only to Juragan (the merchant/ financial capital owner) as a single trade relation. This sales system seems to be closed or “locked†the sugar farmer/penderes because it appears to restrict their marketing movement. This mechanism of trade relations is different with the general relationship between the seller and the buyer in the most trading activities where the seller has the authority as the commodity owner. This research was using qualitative approach with descriptive analysis and it aimed at finding out the meaning of socio-economic relation between penderes and juragan in Cipaku Village, Mrebet Sub-district, Purbalingga Regency, Central Java. The unit of analysis was the coconut sugar farmers/penderes by involving other parties such as their family, community leaders, as well as from juragan as supporting resource of the data and in case of the validity test. The data collection technique was using observation, interview, and documentation. The result of the research showed that the trading of coconut sugar occurs between penderes and their respective juragan cannot be separated from the elements of non-commodity social relationships. Penderes required juragan to exchange their resources. Penderes aware their limitations. They only have fisicly resources as their capital to produce sugar product. Therefore, the farmers came to juragan because they were considered to have more resource capacity, in terms of capital and easiness of sales access. Through these relations, penderes achieved the effectiveness and efficiency principle. Penderes were also being helped because juragan also provided the social assistance needed by penderes. Penderes felt many benefits from this relationship. The benefits of better living but it brought the dependence condition to juragan side. The nuances of patron-client relationships between penderes and juragan only appeared on the elements of mutual beneficial relationships for both parties. A typical economic morality in the Patron Client relationship had shifted towards the economic transactional relationship between penderes and juragan in their sugar business in Cipaku Village.
Kata Kunci : Relasi sosial ekonomi, Perdagangan gula jawa, Penderes dan Juragan