Laporkan Masalah

URGENSI AKTA OTENTIK DALAM BENTUK DOKUMEN ELEKTRONIK DI KABUPATEN BANTULURGENSI AKTA OTENTIK DALAM BENTUK DOKUMEN ELEKTRONIK DI KABUPATEN BANTUL

ADHYA HANAFI, Anugrah Anditya S.H., M.T.

2017 | Tesis | S2 Kenotariatan

Dokumen elektronik yang memuat informasi elektronik sesuai dengan penjelasan Pasal 5 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengikat para pihak dan diakui sebagai alat bukti yang sah untuk memberikan kepastian hukum terutama dalam pembuktian. Sehingga dokumen elektronik selama memenuhi syarat sebagai akta elektronik maka dapat dijadikan alat bukti yang sempurna. Konsep tersebut dapat menjadi solusi bagi notaris yang mengalami kehilangan atau kerusakan pada akta otentik yang menjadi bagian dari minuta akta tentunya dalam hal penyimpanan akta otentik tersebut. Penelitian ini memiliki sifat penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan yuridis empiris. Cara pengumpulan data, dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara studi dokumenter, yaitu mengumpulkan bahan-bahan berupa literatur atau buku tentang Notaris, Cyber Notary dan Akta, peraturan perundang-undangan, dokumen lain yang mempunyai hubungan dengan perumusan masalah yang sedang diteliti. Penelitian lapangan, dilakukan dengan cara komunikasi langsung berupa pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penyimpanan akta otentik dalam bentuk dokumen elektronik dapat menjadi kebutuhan saat ini karena masyarakat telah mengalami perkembangan dalam melakukan transaksi. Dalam hal penyimpanan dan pembuktian dokumen elektronik, selama dokumen elektronik telah memenuhi ketentuan dalam Pasal 1868 KUHPerdata tentang akta otentik dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah.

An electronic document that contains electronic information in accordance with Pasal 5 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 on changes in Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 of the information and Electronic transaction is binding on the parties and is recognized as a valid instrument of evidence to provide legal certainty, especially in proof. Thus electronic documents for qualify as electronic certificate can then be used as evidence. The concept may be the solution for the notary public who suffered loss or damage to the authentic deed which becomes part of the course in terms of the deed of minuta storage the authentic deed. This research has the nature of research that is descriptive empirical juridical approach. How data collection, carried out by means of a research library and field research. Research libraries are done by means of documentary studies, namely collecting the materials in the form of literature or book on Cyber Notary and notary, Deed, legislation, other documents relates to the formulation of the problem being studied. Field research, carried out by means of direct communication in the form of guidelines for the interview. Based on the results of research that the authentic deed of storage in the form of electronic documents can be a necessity at this time because the public has experienced growth in the transaction. In terms of storage and electronic document evidentiary, as long as electronic document meet the provision in article KUHPerdata of the authentic deed of 1868 can serve as a valid instrument of evidence.

Kata Kunci : Cyber Notary, Pembuktian, Dokumen Elektronik, Akta Otentik.

  1. S2-2017-372093-abstract.pdf  
  2. S2-2017-372093-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-372093-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-372093-title.pdf