Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pelaku Usaha Pengolahan Kedelai Terhadap Kualitas Air Sungai Sub DAS Gajahwong Daerah Istimewa Yogyakarta
SITI NURDIANTI .A, Dr. Margaretha Widyastuti, M.T.; Dr.Rika Harini, M.P.
2017 | Tesis | S2 GeografiPeningkatan jumlah kebutuhan akan barang dan jasa melatarbelakangi berkembangnya industri kecil menegah (IKM) yang adadi Yogyakarta. Salah satu industri kecil yang popular dan banyak diminati ialah kegiatan pengolahan kedelai yaitu tempe, tahu dan kecap. Selain menghasilkan produk, kegiatan tersebut juga menghasilkan limbah dan dibuang kealam (tanah, sungai, selokan). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi kualitas air akibat aktivitas usaha pengolahan kedelai, (2) mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku pelaku usaha pengolahan kedelai dan (3) merumuskan strategi peningkatan pengetahuan dan perilaku pelaku usaha pengolahan kedelai terhadap pencemaran dan kualitas air sungai. Penggunaan data dalam penelitian ini ialah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer ialah dengan cara sensus yaitu wawancara terhadap 30 responden dengan kuesioner serta pengambilan sampel air sungai dan limbah pada 23 titik. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis deskriptif kuantitatif-kualitatif, sedangkan penentuan strategi peningkatan pengetahuan dan perilaku dilakukan dengan analisis matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukan kualitas air limbah sebagian besar melebihi baku mutu air limbah, sementara kualitas air sungai melebihi baku mutu air kelas II pada parameter TSS dan PH di beberapa titik sungai, sedangkan parameter BOD dan COD melebihi baku mutu di beberapa titik bagian hilir sub DAS Gajahwong. Kelas pengetahuan pelaku usahapaling dominan ialah kelas sedang (S) yaitu 53 % serta kelas pengetahuan tinggi (T) yaitu 40%. Kelas perilaku yang paling dominan ialah kelasperilaku buruk (B) yaitu 47%. Strategi yang di terapkan berupa penegasan hukum, peningkatan kerjasama antar pemerintah dan komunitas pecinta sungai dalam menggalakkan program terkait pelestarian sungai, penyempurnaan serta pemerataan program kali bersih yang bersifat edukatif kepada masyarakat dan pelaku usaha, serta adanya perhatian dan bantuan moral dan materil terkait pengembangan usaha dan pengolahan limbah oleh pemerintah.
One of the popular and most demanded small medium enterprise (SMEs) is of soybean processing activities, namely tempeh, tofu, and soybean sauce. Aside from making produces, the activities also produce wastes and dispose of them into the nature. The aims of this research are (1) Identification of the river water quality, (2) to assess the level of knowledge and behavior of soybean processing entrepreneurs, and (3) to formulate strategies to improve the knowledge and behavior of soybean processing entrepreneurs. The research uses primary and secondary data. Primary data was acquired using a censusand a set of questionnaire-assisted interviews to 30 respondents as well as river water and waste sampling on 23 points. The research method includes quantitative descriptive analysis. Meanwhile, in order to determine the strategies for knowledge and behavior improvement, the research uses SWOT matrix analysis. The results showed that mostly of the waste quality exceed the waste quality standards.TSS andpH on river water quality exceed the water quality Standards on some points. While COD and BOD show exceed water quality Standards for a Class II water on mostly of points in down section of Gajahwong Sub-watershed. The knowledge of the soybean processing entrepreneurs is mainly hight (Tinggi) which is 40% and average (Sedang) about 53%. The level of behavior is mainly bad (buruk) with a percentage 47%. The strategies proposed are the assertion of legal sanctions, cooperation participatory (government,rivers communities and society), equalization and improvement kalibersih program, as well as the attention of the government both morally and materially to the development of small medium enterprises (SMEs)
Kata Kunci : kualitas air, limbah, perilaku, pengetahuan, SWOT